SAMARINDA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda memastikan kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang dijadwalkan dimulai awal Juni mendatang.
Di tengah persiapan akhir, praktik titip-menitip siswa hingga manipulasi data kembali menjadi sorotan. Pemkot Samarinda menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi pelanggaran integritas selama proses penerimaan berlangsung.
Penegasan itu disampaikan Plt Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, di sela sosialisasi petunjuk teknis (juknis) dan konsultasi publik SPMB 2026 di Ruang Arutala Bapperida Samarinda, Senin (25/5).
Ibnu Araby menegaskan seluruh tahapan penerimaan akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Termasuk mengantisipasi potensi perpindahan domisili jelang SPMB untuk mendekatkan diri ke sekolah tertentu. “Perlu ketelitian dan kehati-hatian, terutama kawan-kawan di Disdukcapil. Jangan sampai ada celah terkait kartu keluarga,” ujarnya.
Dia juga mendukung penuh arahan Wali Kota Samarinda Andi Harun terkait sanksi tegas bagi pihak sekolah yang bermain curang. Menurutnya, kepala sekolah maupun penyelenggara tidak boleh lagi memberi ruang terhadap praktik titipan atau manipulasi. “Kami sepakat dengan yang disampaikan Pak Wali. Artinya tidak ada toleransi, tidak bisa bermain-main lagi,” tegasnya.
Dari sisi teknis, Disdikbud kini masih menyelesaikan pemeliharaan aplikasi SPMB bersama tim programmer Diskominfo Samarinda yang ditarget rampung sebelum akhir Mei. Meski demikian, dipastikan sistem yang digunakan masih sama seperti tahun sebelumnya dan tidak ada perubahan mekanisme maupun regulasi. “Paling tidak tanggal 1 Juni sudah bisa diakses. Yang penting orang tua harus terus memantau jadwal,” ujarnya.
Belajar dari tahun sebelumnya, kesalahan terbanyak calon peserta didik justru terjadi karena orang tua terlambat memahami jadwal pendaftaran. Karena itu, Disdikbud juga menyiapkan helpdesk di sekolah, terutama wilayah pinggiran seperti Bukuan dan Bantuas kecamatan Palaran, Batu Besaung dan Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara, untuk membantu proses pendaftaran daring. “Rata-rata salah baca jadwal. Sudah ditutup baru mau daftar,” pungkasnya.
Sebagai informasi untuk jenjang SD pendaftaran dimulai 2 Juni mendatang sedangkan SMP pada 11 Juni mendatang. (*)
Editor : Ismet Rifani