KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Badannya besar, tanduknya kokoh, dan bobotnya nyaris menyentuh satu ton. Seekor sapi kurban bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia diserahkan melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda ke Masjid Raya Darussalam, Jalan KH Abdullah Marisie, Selasa (26/5).
Sapi jenis Limousin murni itu diberi nama "Miliar". Bukan tanpa alasan, bobotnya mencapai 995 kilogram dengan nilai pembelian ditaksir sekitar Rp 110 juta.
Baca Juga: Semangat Kebersamaan Warga Batakan Asri 2: 11 Sapi dan 5 Kambing Disembelih untuk Kurban
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda Maskuri mengatakan, sapi tersebut merupakan hasil budidaya peternak lokal Samarinda dari Peternakan Sapi Sutha. "Jenisnya Limousin murni. Itu hasil breeding peternak lokal di Samarinda," ujarnya, Selasa (26/5).
Menurutnya, peternakan tersebut sebelumnya dikenal sebagai supplier sapi dari Kupang. Namun, sesuai aturan yang diterapkan pemerintah daerah, setiap pemasok sapi dalam jumlah besar diwajibkan memiliki program breeding atau pembiakan sapi.
"Dulu aturannya setiap mendatangkan seribu sapi, mereka wajib punya breeding sepuluh ekor. Nah, ini salah satu hasil keberhasilan teman-teman peternak kita," jelasnya.
Baca Juga: Swadaya Jamaah dan Toleransi Jadi Kekuatan: Masjid Al-Muhajirin Sembelih 4 Sapi dan 2 Kambing
Maskuri menjelaskan, bantuan sapi kurban Presiden kini diberikan tidak hanya untuk tingkat provinsi, tetapi juga seluruh kabupaten/kota di Indonesia. "Kalau dulu hanya provinsi yang dapat bantuan sapi kurban. Sekarang kabupaten/kota juga dapat masing-masing satu ekor," terangnya.
Khusus di Kalimantan Timur, bantuan sapi kurban Presiden tersebar untuk seluruh kabupaten/kota, provinsi, serta Ibu Kota Nusantara (IKN). Untuk tingkat provinsi, sapi bantuan Presiden diserahkan ke Islamic Center Samarinda, sementara jatah kota diberikan ke Masjid Raya Darussalam.
"Kalau total di Kaltim sekitar 13 ekor, termasuk untuk IKN," sebutnya.
Usai diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Kota Samarinda, sapi tersebut langsung dibawa menuju Rumah Potong Hewan (RPH) Tanah Merah. Langkah itu dilakukan untuk menjaga kondisi sapi tetap prima hingga hari penyembelihan.
"Kami tetap kawal kesehatannya sampai hari kurban nanti. Tim medik juga rutin dua kali sehari melakukan kunjungan," ungkapnya.
Ia memastikan kondisi sapi dalam keadaan sehat dan tidak ditemukan indikasi penyakit. Karena ukuran tubuhnya sangat besar, sapi sengaja tidak diturunkan dari truk guna menghindari risiko cedera atau tergelincir.
Maskuri menilai, bantuan sapi kurban Presiden menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap peternak lokal yang mulai mampu menghasilkan sapi unggulan berbobot besar. "Harapannya ke depan kita bisa mengurangi ketergantungan pasokan sapi dari luar daerah. Samarinda sekarang sudah punya bibit unggul, bahkan straw sperma beku sapi unggulan seperti Belgian Blue juga sudah tersedia," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A