KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gang-gang sempit di sejumlah kawasan di Samarinda tak lagi menyisakan ruang. Rumah berdiri rapat, saling menempel tanpa jarak. Di kawasan padat penduduk seperti itu, satu percikan api saja bisa berubah menjadi bencana besar dalam hitungan menit.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Suparno. Menurutnya, pemerintah kota perlu menyiapkan langkah kesiapsiagaan yang lebih konkret untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah padat pemukiman. Sempitnya akses dan bangunan yang berhimpitan kerap bikin penanganan kebakaran terlambat. Mobil pemadam tidak mudah masuk, sementara api cepat merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.
“Bisa dengan penyediaan hidran agar ketika kebakaran warga bisa mengambil langkah penanganan awal,” kata Suparno. Politikus PAN itu menilai keberadaan hidran di kawasan padat bisa menjadi solusi awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi. "Setidaknya, warga memiliki alat bantu untuk mencegah api membesar," lanjutnya.
Kata dia, ancaman kebakaran di kawasan padat penduduk bukan persoalan sepele. Selain berpotensi menimbulkan kerugian material besar, insiden kebakaran juga kerap mengancam keselamatan warga karena proses evakuasi yang sulit dilakukan di lingkungan sempit.
Kondisi ini disorotnya karena ketersediaan hidran di kawasan pemukiman padat penduduk jadi aspirasi warga yang diterimanya ketika reses beberapa waktu lalu. Seperti di Kawasan Biawan hingga Selili. Karena itu, Suparno meminta pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat lingkungan. (riz)
Editor : Muhammad Rizki