SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menyatakan siap menghadapi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 yang dijadwalkan mulai awal Juni mendatang.
Persiapan dilakukan untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD hingga SMP negeri di Kota Samarinda.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, mengatakan kesiapan tersebut didukung kapasitas pendidikan yang cukup besar di Kota Tepian. Saat ini jumlah peserta didik tingkat TK, SD, dan SMP tercatat mencapai 131.568 siswa dengan dukungan 6.938 guru dan tenaga kependidikan.
Baca Juga: DLH Samarinda Pastikan Iuran Sampah Lewat Tagihan PDAM Tidak Naik
“Kami bersama OPD teknis lainnya siap menghadapi SPMB,” ujarnya, Kamis (28/5).
Ia menjelaskan, terdapat 798 satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud Samarinda. Pemerintah juga telah memetakan kebutuhan daya tampung dan rombongan belajar (rombel) secara rinci.
Untuk jenjang TK negeri tersedia 74 rombel dengan kapasitas 1.005 murid. Sementara SD negeri memiliki 412 rombel dengan daya tampung 12.123 murid. Adapun SMP negeri tersedia 302 rombel dengan kapasitas mencapai 10.053 murid.
“Daya tampung ini sudah kami sesuaikan dengan kebutuhan dan persebaran wilayah,” jelasnya.
Pelaksanaan SPMB tahun ini dibagi dalam dua tahap untuk jenjang SD dan SMP. Tahap pertama diperuntukkan bagi jalur afirmasi dan mutasi, sedangkan khusus SMP juga mencakup jalur prestasi. Tahap kedua dibuka melalui jalur domisili atau reguler.
Sementara itu, jenjang TK tidak menggunakan sistem tahapan penerimaan.
Untuk pemerataan akses pendidikan, Disdikbud Samarinda juga menerapkan sistem rayonisasi. Jenjang SD dibagi ke dalam 10 rayon yang tersebar di seluruh kecamatan, sedangkan SMP dibagi menjadi empat rayon strategis.
“Tujuannya agar distribusi siswa lebih merata dan akses pendidikan lebih dekat dengan tempat tinggal,” katanya.
Ibnu menambahkan, sistem aplikasi SPMB tahun ini dikembangkan secara mandiri oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda tanpa melibatkan pihak ketiga.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari percepatan digitalisasi layanan pemerintah daerah sekaligus memperkuat keamanan data dan kestabilan sistem.
“Sistem ini diharapkan mampu menjamin keamanan data, kestabilan jaringan, dan kemudahan akses layanan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pendaftaran SPMB jenjang SD negeri dibuka mulai 2 Juni 2026. Jalur afirmasi dan mutasi berlangsung 2–5 Juni dengan pengumuman pada 8 Juni. Sedangkan jalur domisili dibuka 8–11 Juni dan diumumkan pada 12 Juni.
Sementara untuk jenjang SMP, jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi dibuka 11–17 Juni dengan pengumuman 22 Juni. Jalur domisili berlangsung 22–26 Juni dan diumumkan pada 29 Juni. Proses daftar ulang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juli 2026.
Editor : Muhammad Ridhuan