SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Perumda Tirta Kencana mulai mempersiapkan pengakhiran kerja sama pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bendang dengan PT Wahana Abdi Tirtatehnika Sejati (WATS). Kontrak kerja sama dengan skema Build-Operate-Transfer (BOT) tersebut dijadwalkan berakhir pada Agustus 2026 mendatang.
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan pembahasan saat ini difokuskan pada tahapan penghentian kerja sama sekaligus memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan normal selama masa transisi.
Baca Juga: Disdikbud Samarinda Siap Gelar SPMB 2026/2027, Daya Tampung SMP Negeri Capai 10 Ribu Siswa
“Sebelum berakhir, tentu disiapkan juga proses penghentian kerja samanya. Itu memang keuntungan bagi pemerintah daerah karena kerja sama tidak berlangsung selamanya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).
Diketahui, dalam pembangunan IPA Bendang pada 2004 lalu, PT WATS menanggung investasi sebesar 60 persen, sementara Pemerintah Kota Samarinda menanggung 40 persen sisanya. Setelah masa kontrak berakhir, pengelolaan IPA Bendang direncanakan akan diambil alih secara mandiri oleh Perumda Tirta Kencana.
Meski demikian, Marnabas menegaskan keputusan akhir terkait kelanjutan kerja sama tetap berada di tangan Pemerintah Kota Samarinda selaku pihak yang menjalin kerja sama business to business (B to B) dengan PT WATS, khususnya Wali Kota Samarinda sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM).
“Kami kembalikan dulu ke pemkot karena kerja sama B to B itu dengan pemerintah kota,” katanya.
Saat ini, proses penilaian aset juga mulai disiapkan sebagai bagian dari tahapan akhir kontrak kerja sama. Namun pemerintah memastikan tidak akan ada gangguan pelayanan distribusi air bersih selama proses transisi berlangsung.
Menurut Marnabas, Perumda Tirta Kencana sebenarnya telah memiliki personel yang memahami operasional IPA Bendang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan seleksi tenaga kompeten apabila nantinya pengelolaan sepenuhnya diambil alih.
“Kami harus siap kalau memang tidak dilanjutkan. Jangan sampai kerja sama selesai tetapi Perumda belum siap. Itu yang justru menjadi persoalan,” jelasnya.
Meski pengakhiran kontrak tengah dipersiapkan, opsi perpanjangan kerja sama disebut masih terbuka apabila nantinya menjadi keputusan pemerintah kota. Karena itu, seluruh kajian teknis dan administratif kini terus disusun sebagai bahan pertimbangan pimpinan daerah.
“Kami siapkan berbagai kajian sebagai masukan dan bahan pengambilan keputusan pimpinan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan