Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gara-Gara Daging Kurban, Pria di Samarinda Pukuli Rekannya dengan Gir dan Bakar Tempat Kerja

Thomas Priyandoko • Jumat, 29 Mei 2026 | 14:45 WIB
Ilustrasi penangkapan pelaku oleh pelaku. (Ist)
Ilustrasi penangkapan pelaku oleh pelaku. (Ist)

 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Seorang pria di Samarinda nekat memukuli rekannya sekaligus melakukan pembakaran di sebuah proyek ruko tempatnya bekerja.

 

Aksi ini dipicu oleh persoalan sepele antara pelaku dan korban yang sama-sama bekerja sebagai buruh tukang di Jalan Wahid Hasyim 2, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (28/5/2026).

 

Mulanya pelaku yang diketahui bernama Nizwar (35) berbincang dengan korban tentang pembagian daging kurban.

 

Baca Juga: Pemkot Samarinda Fokus Bayar Utang Rp 400 Miliar, 80 Persen APBD 2026 Dialihkan

Nizwar mengaku tersinggung saat menanyakan perihal amplop kepada korban.

 

“Dia bilang tidak ada, tapi saya tersinggung karena dia sambil marah. Dikira saya mau minta daging sama amplopnya,” ucap Nizwar saat diperiksa oleh polisi.

 

Mendengar ucapan korban, Nizwar tak lama pergi. Ia kemudian minum minuman keras. Pria tersebut pun kembali mendatangi korban dengan emosi yang sudah tersulut.

 

Nizwar kemudian memukul korban menggunakan gir besi berkali-kali hingga mengenai bagian kepala.

 

 Setelah korban dan pekerja lain melarikan diri, pelaku mengaku membesarkan api di lokasi proyek menggunakan tabung gas LPG berukuran tiga kilogram.

Baca Juga: Rasakan Atmosfer Piala Dunia! Horison Samarinda Gelar Nobar World Cup 2026 di Santan Restaurant

 

“Motif pembakaran itu untuk mencari perhatian warga sekitar supaya datang,” kata Pampata III Polsekta Sungai Pinang Aiptu Joko Wahyudi.

 

Baca Juga: Kasus BKU Berujung SP3, Kejari Bontang Tak Temukan Kerugian Negara dari Pengelolaan SPBN

Usai melakukan penganiayaan terhadap rekan kerjanya dan membakar material bangunan, Nizwar melarikan diri lalu bersembunyi di semak-semak lahan kosong di belakang bangunan proyek.

 

Setelah dua jam melakukan pencarian, Nizwar pun ditemukan di tempat persembunyiannya. Warga pun sempat mengamuk dan memukulnya dengan kayu balok.

 

 

Petugas kepolisian pun sempat kewalahan mengendalikan massa hingga harus melepaskan enam kali tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan warga yang terus mengamuk.

 

Bahkan ketika Nizwar hendak dimasukkan ke mobil patroli, warga masih berusaha mengejar pelaku.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#penganiayaan #pemukulan #samarinda #daging kurban