KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Semangat persatuan dan cinta Tanah Air kembali digaungkan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Parkir Balai Kota Samarinda, Senin (1/6).
Pemkot Samarinda menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda di tengah keberagaman suku, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: TPP KONI Kaltim Rampungkan Verifikasi, Nasib Bakal Calon Ditentukan di Musorprov
"Di Hari Lahir Pancasila ini tentunya kita harus menghormati dan memperingati lahirnya dasar negara yang telah menjadi pemersatu bangsa selama ini. Nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan kepada generasi muda, agar mereka memiliki kecintaan terhadap bangsa dan negara," ujarnya, Senin (1/6).
Menurutnya, tantangan saat ini adalah memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di kalangan generasi muda. Sebab, Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk dengan ribuan pulau, ratusan suku, etnis, budaya, serta bahasa daerah yang berbeda-beda.
"Anak-anak muda harus memiliki kebanggaan bahwa mereka adalah bagian dari bangsa Indonesia. Semangat persatuan itu harus terus tumbuh sehingga keberagaman yang kita miliki menjadi kekuatan, bukan perbedaan yang memecah belah," tegasnya.
Baca Juga: Aturan Pusat Tak Wajibkan Ijazah PAUD untuk Masuk SD Tahun Ini, Bagaimana Nasib Perwali Balikpapan?
Saefuddin menambahkan, nilai-nilai Pancasila juga terus ditanamkan di lingkungan birokrasi melalui berbagai kegiatan, termasuk upacara yang menjadi sarana memperkuat komitmen aparatur sipil negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, pesan utama pemerintah pusat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini adalah menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia.
"Intinya satu kata, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Itulah yang harus terus kita jaga bersama sebagai bangsa Indonesia," pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A