Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pembuangan Limbah Kurban ke Sungai Diklaim Menurun, DLH Masih Temukan Tiga Karung Jeroan Dibuang ke SKM

M Hafiz Alfaruqi • Senin, 1 Juni 2026 | 15:51 WIB
Plt Kepala DLH Samarinda - Suwarso
Plt Kepala DLH Samarinda - Suwarso

 

SAMARINDA–Kesadaran masyarakat Samarinda dalam mengelola limbah kurban mulai menunjukkan tren positif. Meski masih ditemukan pembuangan jeroan hewan kurban ke sungai dan tempat pembuangan sampah ilegal, jumlahnya turun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Suwarso mengatakan, penurunan tersebut tidak lepas dari imbauan yang telah dikeluarkan wali kota Samarinda menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Salah satu poin dalam surat edaran itu mengatur tata cara penanganan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Kapolres PPU Tegaskan Nilai Ideologi Harus Hidup dalam Tindakan

"Pak wali kota sudah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan hari raya kurban, termasuk penanganan limbah pasca-pemotongan hewan. Jeroan dan limbah organik lainnya harus ditanam dengan ketebalan tanah minimal 50 sentimeter agar tidak mencemari lingkungan maupun saluran drainase," ujar Suwarso, Senin (1/6).

Menurutnya, hasil pemantauan tim DLH di lapangan menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat meningkat. Jika pada tahun-tahun sebelumnya ditemukan sekitar 15 karung jeroan hewan kurban dibuang ke Sungai Karang Mumus (SKM), tahun ini hanya ditemukan tiga karung.

"Masih ada pelanggaran, tetapi jumlahnya jauh berkurang. Tahun ini hanya ditemukan tiga karung jeroan dibuang ke Sungai Karang Mumus. Langsung kami angkut menggunakan perahu dan dibawa ke TPA Sambutan untuk ditimbun," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu, Mantan Menhan Dimakamkan di TMP Kalibata

Selain di SKM, petugas juga menemukan limbah jeroan sapi kurban yang dibuang di lokasi pembuangan sampah ilegal di kawasan Jalan Ring Road (Jalan Nusyirwan Ismail), Loa Buah, Sungai Kunjang. Limbah tersebut juga langsung diangkut dan ditangani sesuai prosedur di TPA Sambutan.

Suwarso berharap tingkat kesadaran masyarakat terus meningkat, sehingga praktik pembuangan limbah kurban ke sungai maupun lahan terbuka tidak lagi ditemukan pada tahun mendatang. "Limbah jeroan dan kotoran hewan sangat cepat membusuk. Jika dibuang sembarangan, berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat," tegasnya..

Baca Juga: Telantar dan Alami Sesak Napas di Masjid, Perantau Asal Tolitoli, Sulawesi Tengah, Dimakamkan di Nenang PPU, Kaltim

Di sisi lain, DLH memastikan volume sampah pasca-Iduladha tahun ini masih dalam kondisi terkendali.

Berbeda dengan momentum Idulfitri yang sempat memicu lonjakan sampah, peningkatan volume sampah saat Iduladha hanya terjadi di beberapa titik tertentu.

"Secara umum masih normal. Hanya ada sedikit peningkatan di kawasan Pelita dan Gerilya, tetapi sudah kami antisipasi dengan menyiapkan personel dan armada. Alhamdulillah tidak terjadi penumpukan sampah seperti yang dikhawatirkan," kuncinya. (*)

 

Editor : Dwi Restu A
#dibuang #limbah kurban #sungai #samarinda