SAMARINDA- Kelurahan Jawa resmi meluncurkan tiga booth UMKM hasil program pemberdayaan masyarakat melalui Pro Bebaya di kawasan depan Perumahan Pasundan Permai, Jalan Pasundan, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (3/6). Fasilitas tersebut menjadi tindak lanjut pelatihan yang telah diberikan kepada puluhan warga pada akhir tahun lalu.
Lurah Jawa Mukmin menjelaskan, pelatihan yang digelar pada 2025 melibatkan 80 peserta dari 40 RT. Setiap RT mengirim dua warga untuk mengikuti berbagai pelatihan keterampilan, mulai dari teknisi AC hingga pengolahan makanan dan usaha kuliner. “Ini bagian dari program pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya dikonfirmasi, Rabu (3/6).
Dia menyebut, program tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata. Sebagai bentuk keberlanjutan, LPK Ghanase selaku vendor pelatihan memberikan bantuan enam booth usaha agar peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang diperoleh dan mengembangkan usaha mandiri.
“Tujuannya supaya hasil pelatihan tidak stagnan. Jadi ada realisasi di lapangan dan peserta benar-benar memiliki usaha yang bisa dijalankan,” sebutnya.
Dia menjelaskan, enam booth tersebut dikelola masyarakat melalui dua kelompok masyarakat (Pokmas), yakni Peradaban Mandiri Bersinar dan Bukit Barisan Jaya. Masing-masing kelompok mendapat tiga booth yang diisi oleh kelompok usaha bersama (KUB) . “Setiap booth beranggotakan tiga hingga empat orang,” jelasnya.
Beragam produk dijajakan para pelaku usaha, mulai dari cimol, takoyaki, pisang goreng balon hingga aneka makanan ringan lainnya. Setelah melalui proses pencarian lokasi selama beberapa bulan, kawasan Pasundan Permai dipilih karena dinilai strategis dan memiliki potensi pasar yang baik. “Bahkan rencananya ada empat booth di sana. Dua booth lain, akan berlokasi di Jalan Gunung Merapi dan Jalan Pasundan,” terangnya.
Selain booth, LPK Ghanase juga memberikan bantuan modal awal sebesar Rp 500 ribu untuk setiap booth serta pendampingan berupa pelatihan pemasaran dan transaksi non-tunai.
“Harapan kami UMKM ini terus berkembang, baik melalui pemasaran langsung maupun online. Yang terpenting, hasil pelatihan benar-benar melahirkan usaha baru dan membuka peluang ekonomi bagi warga. Jangan hanya berhenti saat launching, tetapi terus maju dan berkembang,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani