SAMARINDA – Sebanyak 15 pemuda di kawasan Ring 1 Fuel Terminal Samarinda mengikuti pelatihan barista yang difasilitasi Pertamina Patra Niaga di Jalan Cendana, Gang Manggis, RT 15, Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kamis (4/6). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat sekaligus upaya membuka peluang kerja dan wirausaha di tengah berkembangnya industri kedai kopi di Kota Samarinda.
Pelatihan menghadirkan pelaku usaha kopi lokal yang juga merupakan warga sekitar sebagai instruktur. Selain mendapatkan materi dan praktik meracik kopi, peserta juga menerima bantuan satu unit mesin espresso untuk mendukung usaha yang telah dirintis secara mandiri oleh kelompok pemuda setempat.
Ketua Kepemudaan Gang Manggis RT 15, Abdurahim, mengatakan pelatihan tersebut memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan pemuda untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha sendiri.
“Sekarang banyak coffee shop tumbuh di Samarinda. Semoga keterampilan yang didapat bisa dipakai untuk bekerja atau mengembangkan usaha sendiri sehingga pemuda tidak terjerumus ke kegiatan negatif,” ujarnya.
Menurut Abdurahim, kelompok pemuda yang beranggotakan sekitar 50 orang itu telah menjalankan usaha warung kopi selama tujuh bulan menggunakan dana kas bersama. Melihat kebutuhan peningkatan kapasitas usaha, mereka kemudian mengajukan usulan pelatihan kepada Pertamina.
“Kami percaya diri mengembangkan usaha ini. Kami mengusulkan pelatihan dan ternyata mendapat respons positif dari Pertamina. Tidak hanya pelatihan, kami juga mendapat bantuan mesin kopi,” katanya.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menjelaskan dukungan diberikan karena melihat semangat kemandirian yang telah ditunjukkan para pemuda di lingkungan tersebut.
Baca Juga: Utang Pemkot Samarinda Masih Rp 400 Miliar, Pemkot Samarinda Dahulukan Gaji dan Pelayanan Publik
“Karena mereka sudah memulai usaha secara mandiri dan membutuhkan peningkatan kapasitas, kami hadir memberikan pelatihan dan bantuan peralatan agar usaha mereka bisa berkembang,” jelasnya.
Edi berharap para peserta dapat membagikan ilmu yang diperoleh kepada pemuda lainnya sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.
Menurutnya, Pertamina siap mendukung pengembangan usaha masyarakat secara bertahap selama kelompok tersebut mampu menunjukkan pertumbuhan usaha yang baik serta menerapkan pengelolaan bisnis yang sehat.
“Ketika mereka tumbuh, maka dukungan kami juga akan mengikuti. Yang penting mereka terus belajar, terutama terkait manajemen usaha dan pengelolaan keuangan,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan