KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kabar siswa SD 013 Sambutan yang disebut harus belajar dengan duduk di lantai dan menggunakan meja lipat menjadi perhatian publik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda pun angkat bicara.
Disdikbud menegaskan bahwa ruang kelas baru yang digunakan siswa sebenarnya belum direkomendasikan untuk dipakai karena belum dilengkapi mebeler.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Disdikbud Samarinda, Amelia Indah Larasati menjelaskan bahwa bangunan tambahan di SD 013 Sambutan merupakan proyek pembangunan yang selesai pada 2025 dan telah diserahterimakan pada Maret 2026.
Namun, sebelum mebeler tersedia, pihak sekolah diminta tetap menggunakan ruang kelas lama dengan sistem pembelajaran dua shift, pagi dan siang. "Bangunan tambahan itu sebenarnya sudah selesai dan diserahterimakan. Tapi kami sudah menyampaikan kepada pihak sekolah agar bangunan baru tersebut belum digunakan terlebih dahulu karena mebelernya belum tersedia," ujarnya, Kamis (4/6).
Menurut Amelia, pengadaan meja dan kursi untuk ruang kelas baru telah diusulkan melalui skema Bantuan Keuangan (Bankeu) tahun 2026. Namun hingga kini prosesnya masih berjalan sehingga fasilitas pendukung belum dapat ditempatkan di sekolah.
Ia mengakui pihak sekolah telah lebih dulu memanfaatkan bangunan baru untuk kegiatan belajar mengajar sebelum mebeler tersedia. Karena itu, Disdikbud akan memanggil kepala sekolah guna meminta klarifikasi terkait penggunaan ruang tersebut.
"Kami memanggil kepala sekolah untuk meminta penjelasan. Karena rekomendasi kami sebelumnya tetap menggunakan ruang lama dengan sistem dua shift sambil menunggu mebeler tersedia," jelasnya.
Amelia menambahkan, persoalan kekurangan mebeler tidak hanya terjadi di SD 013 Sambutan. Sejumlah sekolah lain yang memperoleh tambahan ruang kelas juga masih menunggu realisasi pengadaan melalui Bankeu.
Meski demikian, Disdikbud memastikan upaya pemenuhan sarana belajar terus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. "Ada beberapa sekolah lain yang juga masih menunggu mebeler. Tetapi semuanya sudah kami usulkan dan sedang kami carikan solusi agar bisa segera terpenuhi," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki