Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Aset Premium Menganggur, Pemkot Masih Cari Skema Kelola Driving Range dan Sports Hub Segiri

Denny Saputra • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:33 WIB
POTENSI: Driving Range dan Sport Hub Samarinda masih menanti kepastian skema pengelolaan, untuk bisa dimaksimalkan dan memberi pendapatan ke daerah.
POTENSI: Driving Range dan Sport Hub Samarinda masih menanti kepastian skema pengelolaan, untuk bisa dimaksimalkan dan memberi pendapatan ke daerah.

SAMARINDA- Dua fasilitas olahraga premium yang dibangun di kompleks GOR Segiri Samarinda, yakni driving range dan sports hub, hingga kini belum juga difungsikan. Padahal pembangunan keduanya telah rampung sejak akhir tahun lalu dan digadang-gadang menjadi aset baru yang mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Pemerintah Kota Samarinda saat ini masih membahas pola pengelolaan yang dinilai paling tepat untuk kedua aset tersebut. Sejumlah opsi mulai dari pengelolaan langsung oleh organisasi perangkat daerah hingga kerja sama dengan pihak ketiga masih dikaji.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda Ananta Fathurrozi mengatakan pembahasan bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun baru memasuki tahap awal. Pemkot masih ingin memastikan kondisi terkini bangunan sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Pak Wali ingin melihat dulu kondisi terakhir gedungnya. Apakah sudah bisa dioptimalkan dan dioperasionalkan atau masih ada hal yang perlu disiapkan,” ujarnya, Jumat (5/6).

Menurut Ananta, status bangunan yang tergolong premium membuat pengelolaannya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemkot ingin memastikan konsep bisnis, fasilitas pendukung, hingga sistem operasional benar-benar sesuai dengan standar yang diharapkan.

“Beliau (Andi Harun) maunya dikelola secara profesional dan sesuai modernisasinya. Karena ini bangunan premium, maka pengelolanya juga harus memahami bisnisnya, khususnya untuk driving range dan olahraga yang ada di dalamnya,” jelasnya.

Saat ini kedua aset masih berada dalam masa pemeliharaan. Pemkot masih menunggu laporan akhir terkait kondisi fisik bangunan untuk memastikan tidak ada pekerjaan yang perlu disempurnakan sebelum diserahterimakan. “Masih kami pantau,” singkatnya.

Ananta menyebut Wali Kota menargetkan pada akhir Juni ini sudah ada keputusan terkait pola pengelolaan yang akan dipilih. Setelah itu, proses administrasi, kerja sama, maupun penataan aset dapat segera dijalankan. “Yang sedang kami cari sekarang adalah pola yang paling menguntungkan dan bisa memaksimalkan PAD. Setelah itu baru diproses lebih lanjut,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#driving range dan sports hub #Aset Premium Nganggur #Kepala BPKAD Samarinda Ananta Fathurrozi