Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

SPMB SD Berjalan Lancar, Disdikbud Samarinda: Tidak Ada Keluhan Berarti

M Hafiz Alfaruqi • Minggu, 7 Juni 2026 | 17:21 WIB
Plt Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby. (HAFIZ/KP)



 
Plt Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby. (HAFIZ/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Samarinda sejauh ini berjalan relatif lancar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mengaku belum menerima laporan atau keluhan berarti dari masyarakat terkait proses penerimaan siswa baru.

Plt Kepala Disdikbud Samarinda Ibnu Araby mengatakan, pelaksanaan SPMB tingkat SD masih berlangsung kondusif dan dapat diakses dengan baik oleh para orang tua maupun wali murid.

"Alhamdulillah sampai hari ini pelaksanaan SPMB berjalan baik dan lancar. Belum ada keluhan yang macam-macam, mungkin karena saat ini masih di tingkat SD," ujarnya.

Baca Juga: Nilai Matematika Anjlok, DPRD Samarinda Soroti Kekurangan Guru

Menurut Ibnu, sistem pendaftaran melalui laman resmi SPMB Samarinda juga berfungsi normal tanpa kendala berarti. Hingga saat ini pihaknya belum menerima komplain terkait gangguan sistem maupun akses layanan daring.

Ia menilai sebagian besar orang tua sudah memahami mekanisme pendaftaran secara mandiri melalui platform yang telah disediakan pemerintah kota. "Web SPMB sampai hari ini tidak ada masalah dan belum ada komplain. Orang tua maupun wali murid sudah bisa memahami proses pendaftaran dan mengondisikan agar anak-anaknya bisa terdaftar," ungkapnya.

Baca Juga: Kasus TBC-HIV/AIDS Meningkat, Manajemen, RSUD IA Moeis Tambah Ruang Isolasi

Meski demikian, Disdikbud tetap membuka ruang bantuan bagi masyarakat yang mengalami kendala, terutama terkait akses internet atau kesulitan mengoperasikan sistem pendaftaran daring.

"Kalau ada kendala jaringan internet atau kesulitan mengakses sistem, masyarakat bisa datang langsung ke sekolah dan meminta bantuan operator sekolah," jelasnya.

Terkait 70 persen daya tampung sekolah negeri, Ibnu mengingatkan bahwa tidak seluruh calon peserta didik harus masuk ke sekolah negeri. Menurutnya, keberadaan sekolah swasta juga menjadi bagian penting dalam mendukung layanan pendidikan di Samarinda.

"Kalau semua anak ingin masuk sekolah negeri tentu tidak bisa. Kita juga punya sekolah swasta yang harus tetap berjalan. Jangan sampai semuanya ke negeri, kasihan sekolah swasta," tegasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#Disdikbud Samarinda #spmb #Ibnu Araby