SAMARINDA-Keindahan lampu hias berwarna emas yang selama ini menjadi ciri khas Jembatan Achmad Amins di Kecamatan Sambutan kini tak lagi terlihat. Lampu-lampu yang sempat mempercantik jembatan tersebut padam setelah jaringan kabel instalasinya dicuri. Kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah dan membuat upaya perbaikan terkendala.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Hotmarulitua Manalu mengungkapkan, aksi pencurian kabel kembali terjadi beberapa hari lalu. Padahal kasus serupa sudah terjadi sejak awal 2026 dan berulang di lokasi yang sama. “Selasa malam atau menjelang subuh kembali terjadi pencurian kabel. Kerugiannya kurang lebih Rp 360 juta dan sudah kami laporkan ke Polres. Pelakunya juga sudah tertangkap,” ujarnya, Minggu (7/6).
Menurut Manalu, pencurian terjadi secara bertahap. Pelaku memotong kabel pada satu sisi, lalu melanjutkan aksinya pada hari berikutnya hingga seluruh kabel yang mengandung tembaga berhasil diambil. Akibatnya, sistem lampu hias yang telah terpasang tidak lagi dapat berfungsi. “Mereka sudah merencanakan aksi tersebut,” singkatnya.
Dishub kini berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk membangun pagar pengaman yang lebih baik di area jembatan. Selain itu, Diskominfo juga diminta memasang kamera pengawas guna memperkuat pengamanan aset publik tersebut. “Kalau tidak dilakukan pemagaran, kemungkinan besar akan dicuri lagi. Karena itu kami berharap ada kerja sama masyarakat untuk ikut mengawasi,” jelasnya.
Manalu menyayangkan hilangnya fasilitas yang telah dibangun untuk mempercantik wajah kota. Pihaknya berharap masyarakat tidak lagi melakukan pencurian karena ini fasilitas publik yang berkaitan dengan keselamatan dan kepentingan bersama. “Sebenarnya lampu dan warnanya sudah bagus, tetapi sekarang tidak kelihatan karena kabelnya hilang semua,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani