KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Rapat konsolidasi DPD Gerindra Samarinda yang digelar pada 5 Juni 2026 tak hanya melahirkan usulan agar Helmi Abdullah dipersiapkan sebagai kandidat pada Pilkada Samarinda mendatang. Di forum internal itu, partai berlambang kepala burung garuda itu juga memasang target yang lebih ambisius, yakni menambah kekuatan politik mereka di parlemen Kota Tepian.
Sekretaris Gerindra Samarinda, Mujianto, mengatakan capaian sembilan kursi DPRD Samarinda pada periode 2024–2029 memang menempatkan partainya pada posisi strategis, bahkan berhak mengisi kursi pimpinan dewan. Namun, menurut dia, jumlah tersebut belum cukup untuk memastikan Gerindra memiliki daya dorong yang lebih besar dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Karena itu, target Gerindra di pileg mendatang bisa mendapat 13 kursi,” ujarnya. Target tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam konsolidasi partai. Gerindra menilai peningkatan jumlah kursi legislatif penting untuk memperkuat peran politik mereka sekaligus menjaga kesinambungan program-program yang selama ini dianggap memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
Baca Juga: Tatap Pilkada Samarinda 2029, Gerindra Resmi Dorong Ketua DPRD Helmi Abdullah Maju Calon Wali Kota
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya), program unggulan yang dijalankan duet Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri. Di mata kader Gerindra, program itu dinilai berkontribusi dalam pembangunan berbasis kebutuhan warga di tingkat lingkungan.
Posisi Andi Harun sebagai kader Gerindra yang telah dua periode memimpin Samarinda membuat keberlanjutan kebijakan tersebut menjadi perhatian partai. Bagi mereka, menjaga kesinambungan program yang sudah berjalan sama pentingnya dengan menyiapkan regenerasi kepemimpinan di tingkat daerah. “Program yang berdampak langsung ke masyarakat tentunya harus dikawal keberlanjutannya,” kata Mujianto.
Dalam konteks itu, nama Helmi Abdullah kemudian muncul sebagai figur yang diusulkan untuk maju pada Pilkada Samarinda. Dengan modal sembilan kursi di DPRD Samarinda periode 2024–2029, Gerindra memiliki peluang mengusung calon sendiri jika mekanisme pemilihan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung.
Meski begitu, Mujianto menegaskan bahwa politik elektoral tidak hanya berbicara soal kecukupan kursi. Membangun koalisi tetap dianggap sebagai kebutuhan untuk memperbesar peluang kemenangan dan memperluas dukungan politik. “Kami tetap terbuka untuk kerja sama politik,” ujarnya singkat. (riz)
Editor : Muhammad Rizki