KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tiga gabungan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) mengadakan kegiatan pelepasan dan pentas seni. Tiga TK tersebut, yakni TK Islam Jammiyatul Mutaalamin, TK Islam Makfalul Aitaam dan TK Islam Nur Assa'dah Loa Kumbar.
Acara bertema Merajut Mimpi Mengukir Prestasi itu berlangsung di Aula Serba Guna, rumah makan Iwak Bekunyung, Rabu (10/6) pagi. Dalam sambutannya, Pembina Ketiga TK, Kairiah menyampaikan bahwa kegiatan pelepasan dan pentas seni ini dibuat dengan sederhana.
Mereka menampilkan kreativitas ketiga TK yang dia bina. “Hari ini adalah momen yang sangat istimewa. Kita berkumpul bukan hanya untuk menyaksikan kelulusan anak-anak kita dari jenjang anak usia dini, tetapi juga untuk merayakan pertumbuhan, kreativitas, dan keberanian mereka melalui panggung pentas seni ini,” ucapnya.
Kairiah menambahkan, kegiatan ini juga dirangkai dengan penambahan usia TK Jammiyatul Mutaalamin yang ke-40 tahun dan disaksikan 45 peserta lulusan anak usia dini. “Alhamdulilah TK yang saya bina sudah memasuki usia yang dibilang tidak muda lagi dan tetap eksis hingga sekarang,” imbuhnya.
Kairiah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rumah Makan Iwak Bekunyung yang telah mendukung acara pelepasan dan pentas seni agar acara ini dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu, tokoh masyarakat Loa Kumbar, Abdullah, menyampaikan apresiasi kepada sosok Kairiah yang merupakan pencetus pendidikan anak usia dini di wilayah ujung Samarinda. Menurutnya, sebelum hadirnya sosok Kairiah, pendidikan di Loa Kumbar terisolasi.
Kala itu, anak-anak Loa Kumbar bersekolah ke Desa Loa Duri. Pulang pergi menuju ke sekolah menggunakan kapal klotok. Setiap bulannya pada zaman itu membayar jasa Rp 25 ribu per anak. Tahun 2010, Kairiah membawa harapan warga dengan mendirikan sekolah TK.
“Saya rasa Ibu Kairiah sangat cocok menerima penghargaan. Melihat perjuangannya di dunia pendidikan membuat anak cucu kami sekarang tidak menyeberang lagi ke desa seberang,” ungkapnya.
Ia berharap, Kairiah diberikan kesehatan. Sehingga pemikiran beliau terkait perkembangan pendidikan usia dini terus berlanjut. “Kami juga berharap pemerintah lebih memperhatikan di wilayah pesisir lagi, seperti kami yang ada di Desa Loa Kumbar,” harapnya. (pms)
Editor : Sukri Sikki