KALTIMPOST.ID-Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Kaltim kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Harris Hotel Samarinda pada 12-14 Juni itu dirangkai dengan 1st Samarinda Nephrology Summit 2026 mengusung tema Comprehensive Internal Medicine Approaches: Bridging Kidney and Systemic Disease.
Forum ilmiah tersebut menjadi wadah pembaruan pengetahuan bagi tenaga medis sekaligus sarana memperkuat jejaring profesi di Kaltim.
Sebanyak 250 peserta yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dan mahasiswa kedokteran mengikuti rangkaian workshop dan simposium yang menghadirkan para guru besar, profesor, serta pakar kesehatan dari berbagai daerah.
Ketua PAPDI Cabang Kaltim-Kaltara dr Kuntjoro Yakti Sp PD, FINASIM menjelaskan, kegiatan ini menjadi solusi bagi dokter di daerah untuk mendapatkan akses terhadap perkembangan ilmu kedokteran terkini tanpa harus mengikuti forum ilmiah di luar Kalimantan.
“Kami menghadirkan para guru besar dan pakar ke Samarinda agar transfer ilmu bisa dirasakan lebih luas. Harapannya, dokter-dokter di daerah dapat terus mengikuti perkembangan ilmu dan menerapkannya dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain memperbarui wawasan klinis, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi daerah.
Salah satu fokus utama tahun ini adalah penyakit ginjal dan hipertensi yang angka kejadiannya terus meningkat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani sejak dini.
Ketua Panitia PIT PAPDI Kaltim dr Astried Indrasari Sp PD, K-GH, FINASIM mengatakan pemilihan tema tersebut didasarkan pada kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini.
Baca Juga: Teknologi Satelit hingga Forklift Listrik Warnai Transformasi Industri di IEE Series Balikpapan 2026
Menurutnya, deteksi dan penanganan sejak tahap awal menjadi kunci untuk menekan risiko komplikasi yang lebih berat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap dokter mendapatkan wawasan baru sehingga mampu menemukan kasus lebih dini, mengelola pasien lebih optimal, dan mencegah komplikasi yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Pemprov Kaltim. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Jaya Mualimin Sp KJ, M Kes, MARS menyebut peningkatan kompetensi tenaga medis merupakan bagian penting dalam penguatan layanan kesehatan daerah.
Ia mengungkapkan bahwa Kaltim tengah mempersiapkan layanan transplantasi ginjal yang diharapkan dapat segera beroperasi.
Fasilitas dan tenaga kesehatan telah tersedia sehingga ke depan masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan layanan tersebut.
“Semoga ilmu yang diperoleh melalui forum ini dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kaltim,” tutupnya. (adv/dns/rd)
Editor : Romdani.