KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gedung baru Pasar Pagi di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Kota yang dibangun dengan konsep modern ternyata masih menyisakan sejumlah persoalan.
Selain keluhan soal minimnya jumlah pembeli, pedagang juga harus menghadapi masalah tempias hujan yang kerap masuk ke dalam bangunan setiap kali hujan deras mengguyur Kota Tepian.
Kondisi itu terjadi karena bangunan mengusung konsep green building dengan banyak area bukaan. Akibatnya, air hujan yang terbawa angin masuk hingga ke koridor dan area kios. Pengelola bersama petugas kebersihan pun harus sigap membersihkan genangan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
Salah seorang pedagang pakaian, Amat, mengatakan persoalan tersebut sudah berulang kali terjadi sejak pedagang menempati gedung baru. Menurutnya, kondisi paling parah dirasakan kios-kios yang berada di bagian pinggir bangunan.
Baca Juga: Eks Karyawan Adukan PHK Sepihak, DPRD Soroti Pelanggaran Ketenagakerjaan
“Kalau hujan deras pasti kayak gini, tempias masuk. Kasihan toko-toko yang di pinggir, sering kebanjiran. Tolong diperbaiki dan direspons pemerintah,” ujarnya, Senin (15/6).
Amat mengaku telah berjualan sekitar 12 tahun di Pasar Pagi lama sebelum akhirnya pindah ke gedung baru pada awal Januari lalu. Ia menilai keberadaan petugas kebersihan cukup membantu karena genangan air biasanya segera dibersihkan.
“Kalau tidak cepat disapu, air bisa sampai ke tengah. Untung tim kebersihannya cepat tanggap. Kasihan juga pembeli kalau terkena tempias,” jelasnya.
Tak hanya persoalan bangunan, pedagang juga mengeluhkan kondisi pasar yang masih sepi pengunjung. Menurut Amat, omzet penjualan mengalami penurunan dibandingkan saat masih berjualan di lokasi lama.
Baca Juga: Hadapi Gelombang PHK Tambang, Disnaker Bidik Pelatihan Vokasi 2027
“Dari awal pindah sampai sekarang memang terasa lebih sepi. Kalau tidak jualan online, susah juga bertahan,” ungkapnya.
Ia menyebut momentum Lebaran sempat mendongkrak penjualan, namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Dia berharap adanya dukungan pemerintah dengan berbagai inovasi bisa meningkatkan peminat pengunjung untuk datang dan membeli dagangan.
“Kemarin waktu mau Lebaran lumayan, tapi itu saja momennya. Setelah itu kembali sepi,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo