SAMARINDA – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda tak hanya menjadi tempat menimba ilmu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan sistem pendidikan berasrama, fasilitas yang memadai, serta dukungan terhadap pengembangan minat dan bakat, sekolah ini menjadi harapan baru bagi banyak keluarga untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Salah satu kisah datang dari Haafidzah Surya Zahraa, siswi kelas X SRMA 57 Samarinda. Remaja tersebut mengaku tidak pernah membayangkan akan bersekolah di Sekolah Rakyat. Namun, keputusan itu justru menjadi pengalaman berharga yang mengubah banyak hal dalam hidupnya selama setahun terakhir.
“Awalnya saya sekolah di SMP negeri dan aktif mengikuti Paskibraka. Kemudian ada informasi tentang Sekolah Rakyat dari pendamping yang datang ke rumah. Akhirnya saya mencoba dan diterima di sini,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan Open House SRT 57 Samarinda, Sabtu (20/6).
Baca Juga: Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda Gelar Open House, 86 Siswa Terima Rapor dan Pulang Liburan
Selama menempuh pendidikan di SRT 57, Haafidzah aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, mulai dari jurnalistik, kesehatan remaja hingga seni tari. Dari berbagai kegiatan tersebut, tari menjadi bidang yang paling diminatinya karena memberikan ruang untuk mengembangkan bakat yang telah lama ia miliki.
“Sekolah sangat mendukung minat kami,” katanya.
Dukungan tersebut tidak hanya berupa pembinaan dan latihan, tetapi juga kesempatan tampil di berbagai kegiatan. Sekolah turut membantu penyediaan kostum hingga kebutuhan rias wajah bagi para siswa yang mengikuti pertunjukan seni.
Berkat fasilitas dan dukungan tersebut, Haafidzah telah beberapa kali tampil di berbagai kegiatan di luar sekolah, di antaranya di Hotel Aston Samarinda, TVRI Kalimantan Timur, dan Kampung Budaya Pampang.
“Harapan saya Sekolah Rakyat bisa terus maju dan semakin baik ke depannya,” tuturnya.
Cerita serupa disampaikan ibunya, Wina Uswatun Chasanah. Perempuan yang sehari-hari berjualan roti dan makanan ringan itu mengaku tidak pernah menyangka keluarganya akan mengenal program Sekolah Rakyat.
“Ini mungkin jalan dari Allah SWT, menggerakkan hati tim PKH untuk mengetuk rumah kami,” ungkapnya.
Menurut Wina, seorang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) datang ke rumahnya di kawasan Loa Janan Ilir pada tahun lalu dan menawarkan kesempatan bagi putrinya untuk mengikuti seleksi masuk SRT 57 Samarinda.
Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sedang menurun, tawaran tersebut menjadi secercah harapan. Ia menilai pendidikan berasrama dengan fasilitas lengkap dan pembinaan karakter yang baik merupakan sesuatu yang sulit dijangkau keluarganya jika harus dibiayai secara mandiri.
“Ini seperti jawaban dari keresahan kami. Biaya sekolah berasrama yang berkualitas tentu sulit kami jangkau. Tapi di Sekolah Rakyat anak kami mendapat pendidikan yang baik tanpa membebani keluarga,” ujarnya.
Setelah satu tahun menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, Wina melihat banyak perubahan positif pada putrinya. Kemandirian, kedisiplinan, rasa percaya diri hingga akhlak anaknya berkembang lebih baik. Selain itu, bakat dan minat yang sebelumnya sulit tersalurkan kini mendapatkan wadah yang memadai.
“Kami berharap program ini terus berlanjut. Masih banyak anak-anak di Samarinda yang membutuhkan pendidikan berkualitas seperti yang diterima anak kami saat ini,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan