SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda kembali mengalokasikan anggaran untuk penyempurnaan gedung baru Pasar Pagi di Kecamatan Samarinda Kota. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), proyek lanjutan tersebut kini memasuki tahap lelang dengan nilai anggaran sekitar Rp8,3 miliar.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Samarinda, Andiani Hanina, mengatakan proses pengadaan saat ini masih berlangsung melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan target penyelesaian lelang maupun jadwal pelaksanaan fisik pekerjaan karena menjadi kewenangan kelompok kerja (pokja) pengadaan.
“Untuk jadwal lelang saya tidak hafal karena itu menjadi kewenangan pokja,” ujarnya, Minggu (21/6).
Menurut Andiani, anggaran tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang masih menjadi perhatian pemerintah dan pedagang. Salah satu fokus utama adalah penanganan tempias air hujan yang kerap masuk ke dalam bangunan pasar saat hujan deras disertai angin.
Baca Juga: Pasar Pagi Baru Samarinda Dihantui Tempias Hujan dan Sepinya Pembeli, Pedagang Mulai Mengeluh
Selain itu, pekerjaan juga mencakup penyempurnaan pada area Jalan Pandai dan beberapa fasilitas pendukung lainnya.
“Ini salah satu pekerjaan yang diminta diselesaikan Pak Wali Kota Samarinda Andi Harun,” katanya.
Meski proyek telah memasuki tahap lelang, rincian teknis pekerjaan masih dalam proses finalisasi. Pemerintah juga masih melakukan review terhadap sejumlah aspek, termasuk penyesuaian harga pekerjaan sebelum kontrak ditandatangani dengan penyedia jasa yang memenangkan tender.
Terkait pelaksanaan proyek, Andiani optimistis proses pengadaan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Namun, target penyelesaian pekerjaan belum dapat ditentukan karena masih menunggu penandatanganan kontrak.
“Insya Allah kendala (proses lelang) tidak ada,” singkatnya.
Ia meminta masyarakat dan para pedagang bersabar menunggu tahapan yang sedang berjalan. Pemerintah berkomitmen menyelesaikan berbagai kekurangan yang masih ditemukan pada bangunan pasar demi meningkatkan kenyamanan aktivitas perdagangan.
“Kami mohon kesabaran masyarakat dan pedagang. Kami masih harus mereview beberapa hal, termasuk penyesuaian harga pekerjaan. Harapannya penyempurnaan ini nantinya bisa membuat aktivitas perdagangan di Pasar Pagi semakin nyaman,” tuturnya.
Diketahui, gedung baru Pasar Pagi di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Kota, yang dibangun dengan konsep modern masih menyisakan sejumlah persoalan. Selain keluhan terkait minimnya jumlah pembeli, pedagang juga menghadapi masalah tempias hujan yang kerap masuk ke area koridor maupun kios saat hujan deras mengguyur Kota Tepian.
Kondisi tersebut terjadi karena bangunan mengusung konsep green building dengan banyak area bukaan. Akibatnya, air hujan yang terbawa angin dapat masuk ke dalam bangunan dan mengganggu aktivitas perdagangan.
Editor : Muhammad Ridhuan