KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kota Samarinda yang akrab dengan ancaman banjir, kebakaran, hingga tanah longsor mendorong penguatan kapasitas personel perlindungan masyarakat. Untuk itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda kembali menggelar pelatihan mitigasi kebencanaan bagi anggota Satuan Tugas Perlindungan Masyarakat (Satgas Linmas) sebagai garda terdepan dalam membantu penanganan bencana di lapangan.
Kepala Satpol PP Kota Samarinda Anis Siswantini mengatakan, pelatihan tersebut merupakan implementasi Permendagri Nomor 42 Tahun 2017 yang mengamanatkan peningkatan kapasitas anggota Linmas dalam mendukung penanggulangan bencana. Kegiatan ini merupakan pelatihan mitigasi kebencanaan kedua setelah sebelumnya digelar bekerja sama dengan PMI, sedangkan kali ini menggandeng BPBD.
Menurut Anis, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa Satpol PP memiliki bidang yang secara khusus menangani perlindungan masyarakat dan kebencanaan. Karena itu, peningkatan kemampuan personel menjadi penting agar mereka mampu berperan dalam evakuasi dan pengamanan warga terdampak bencana.
"Satpol PP bukan hanya soal penegakan perda. Kami juga memiliki tugas kemanusiaan, termasuk membantu penanganan kebakaran, banjir, tanah longsor, dan berbagai kondisi darurat lainnya," ujarnya, Selasa (23/6).
Baca Juga: Disinggung Potensi Maju pada Pilwali 2029, Iswandi: Jangankan Wali Kota, Gubernur Pun Siap
Saat ini Satpol PP Kota Samarinda memiliki sekitar 35 personel Satgas Linmas yang tersebar di sejumlah kecamatan. Selain itu, terdapat pula Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang dibentuk di tingkat kelurahan.
Seluruh personel tersebut secara bertahap akan mendapatkan pelatihan serupa melalui kolaborasi dengan berbagai instansi. "Nanti berikutnya kami bekerja sama dengan Damkar. Tujuannya agar anggota kami memiliki keterampilan yang lebih lengkap dalam menghadapi berbagai jenis bencana," jelasnya.
Dalam pelatihan kali ini, peserta dibekali materi dasar mitigasi kebencanaan, pendirian tenda darurat, serta simulasi evakuasi korban tenggelam di kawasan Polder Air Hitam. Anis berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk sikap disiplin dan profesional dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Ia menambahkan, kondisi geografis Samarinda yang kerap dilanda genangan saat hujan deras serta tingginya kasus kebakaran membuat kesiapsiagaan personel harus terus ditingkatkan. "Samarinda ini tidak mengenal musim. Hujan deras bisa datang kapan saja dan menimbulkan genangan. Di sisi lain, kasus kebakaran juga cukup sering terjadi. Karena itu, kemampuan deteksi dini dan kesiapsiagaan personel harus terus ditingkatkan," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki