KALTIMPOST.ID, Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58, BPJS Kesehatan Cabang Samarinda kembali menguatkan komitmennya dalam meningkatkan literasi jaminan kesehatan di kalangan generasi muda melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman (Unmul) dan diikuti sekitar 100 mahasiswa Program Studi S1 (Strata-1) Kesehatan Masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mulai prinsip dasar penyelenggaraan, manfaat kepesertaan, hingga perkembangan transformasi layanan yang terus dilakukan BPJS Kesehatan.
Selain jadi sarana edukasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya perlindungan kesehatan.
Dekan FKM Unmul, Iwan Muhammad Ramdan, menyampaikan bahwa kolaborasi antara Unmul dengan BPJS Kesehatan menjadi langkah positif dalam memperluas wawasan mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa kesehatan masyarakat tidak hanya dituntut memahami aspek promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu memahami bagaimana sistem pembiayaan kesehatan dan perlindungan kesehatan.
“Mahasiswa merupakan kelompok yang nantinya akan terlibat langsung di tengah masyarakat. Pemahaman mengenai sistem jaminan kesehatan menjadi penting agar mereka dapat melihat kesehatan secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi pelayanan, tetapi juga dari aspek akses dan keberlanjutan,” ujar Iwan.
Pada kesempatan yang sama, Pps Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Samarinda, Aslamiyah, menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan Goes to Campus merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman generasi muda mengenai pentingnya menjadi peserta aktif Program JKN serta mengenalkan berbagai kemudahan layanan yang tersedia saat ini.
Ia menyampaikan bahwa saat ini BPJS Kesehatan telah memberikan kemudahan maupun kecepatan layanan agar masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan secara lebih praktis dan efisien.
Salah satu kemudahan yang telah diterapkan adalah pemanfaatan identitas kependudukan sebagai akses layanan kesehatan sehingga peserta tidak lagi bergantung pada dokumen fisik.
“Generasi muda perlu memahami bahwa perlindungan kesehatan bukan hanya dibutuhkan ketika sakit, tetapi menjadi bentuk kesiapan menghadapi risiko kesehatan yang dapat terjadi kapan saja. Dengan menjadi peserta aktif JKN, masyarakat memiliki akses terhadap perlindungan kesehatan yang berkelanjutan,” jelas Aslamiyah.
Melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi penyambung informasi di lingkungan sekitar serta ikut membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan.
Sinergi antara BPJS Kesehatan dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus diperkuat untuk menciptakan generasi yang semakin peduli terhadap kesehatan dan perlindungan sosial di Indonesia.
Editor : Hernawati