KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Harapan agar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan beroperasi lebih optimal terus berlanjut. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini memfokuskan perhatian pada pekerjaan di Zona I dan penyelesaian Zona II serta mengoptimalkan fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar sistem pengelolaan sampah di kawasan tersebut berjalan maksimal.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengatakan, peninjauan dan monitoring difokuskan untuk melihat progres pembangunan dan kesiapan fasilitas pendukung di TPA Sambutan, mulai dari zona pembuangan hingga sistem pengolahan air lindi.
"Alhamdulillah ada progres kegiatan di TPA Sambutan. Setelah penanganan Zona I selesai dikerjakan, Zona II bisa segera digunakan. Kemudian air lindi dari zona pembuangan dapat masuk ke IPAL, diproses, lalu dialirkan ke lagoon sebelum dibuang keluar. Kalau semua itu sudah berjalan, insyaallah IPAL bisa berfungsi 100 persen," ujarnya, Rabu (24/6).
Baca Juga: Tiga Santriwati di Samarinda Laporkan Pimpinan Ponpes Atas Dugaan Kasus Rudapaksa
Saefuddin mengakui masih ada sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama menghubungkan aliran air lindi dari Zona I dan Zona II ke fasilitas IPAL agar seluruh sistem pengolahan dapat beroperasi secara terintegrasi.
Dalam tinjauan tersebut, Pemkot juga menemukan sejumlah catatan yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satunya terkait kondisi kontur tanah di kawasan TPA yang didominasi pasir sehingga rentan mengalami erosi dan sedimentasi saat curah hujan tinggi.
"Tanah di sini berpasir. Sedikit terkena hujan langsung larut dan akhirnya menimbulkan sedimen di saluran-saluran yang ada. Ini yang harus terus menjadi perhatian," katanya. Dari sisi sarana pendukung, Saefuddin menilai jumlah alat berat dan dump truck yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk mendukung operasional dan pekerjaan yang sedang berlangsung.
Namun, pengendalian dampak hujan dan pergerakan material pasir tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus terus ditangani. "Alat berat dan dump truck saya kira cukup. Yang harus kita konsentrasikan adalah bagaimana pasir ini tidak terbawa ke tempat-tempat rendah dan menutup saluran ketika hujan deras. Karena itu perbaikan dan penanganan harus terus dilakukan," tegasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki