KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di balik semarak Festival Budaya Dayak Kenyah 2026, panitia pelaksana ternyata telah bekerja sejak April lalu untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Tak hanya menjaga tradisi, penyelenggara kini membidik target yang lebih besar yaitu membawa Festival Budaya Pampang masuk dalam kalender event nasional.
Sekretaris Panitia Pelaksana Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 sekaligus Ketua Pokdarwis Desa Budaya Pampang Yusak Lukas mengatakan, persiapan festival dimulai sejak pembentukan panitia, promosi kegiatan, hingga koordinasi dengan berbagai instansi terkait. "Festival ini sudah kami persiapkan sejak April.
Dimulai dari pembentukan panitia, promosi, koordinasi dengan dinas terkait, menentukan jadwal pelaksanaan, sampai latihan dan menyiapkan berbagai umbul-umbul dari kayu yang memang harus dikerjakan jauh-jauh hari," ujarnya, Kamis (25/6).
Menurut Yusak, tantangan terbesar tahun ini berada pada keterbatasan fasilitas tenant bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tercatat sekitar 80 pelaku UMKM ingin berpartisipasi, namun tidak semuanya dapat difasilitasi karena keterbatasan jumlah stan yang tersedia. "UMKM yang ingin berjualan cukup banyak, sekitar 80-an. Tetapi karena anggaran dan stan terbatas, tidak semua bisa kami akomodasi," katanya.
Meski demikian, panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya tetap dilaksanakan secara utuh. Bahkan, sejumlah prosesi adat tambahan akan digelar pada hari-hari berikutnya sehingga festival tahun ini diproyeksikan lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami tetap melaksanakan semua agenda budaya sesuai ketentuan. Bahkan beberapa hari ke depan masih ada upacara-upacara adat yang akan dilaksanakan seperti Alaq Leto," jelasnya.
Festival yang berlangsung selama empat hari itu juga melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang tengah menjalankan program pengabdian masyarakat. Selain mengenalkan budaya, mereka turut memberikan layanan kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Desa Budaya Pampang. "Mereka membantu pemeriksaan kesehatan masyarakat serta kegiatan pendidikan untuk anak-anak mulai tingkat TK hingga SD," ungkapnya.
Yusak berharap festival budaya tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan mendapat dukungan lebih luas dari berbagai pihak. Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap budaya Dayak Kenyah menjadi modal besar untuk mengangkat festival ke tingkat yang lebih tinggi.
"Target kami ke depan festival ini bisa masuk kalender event nasional. Daya kunjung masyarakat terhadap budaya adat sangat luar biasa," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani