Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Anggaran Terbatas, Festival Dayak Kenyah Pampang Tetap Semarak

M Hafiz Alfaruqi • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:27 WIB
Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin. 
Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin. 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di tengah keterbatasan anggaran, Festival Budaya Dayak Kenyah Pampang 2026 tetap berlangsung meriah. Pengunjung memadati Desa Budaya Pampang untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan adat, syukuran pascapanen, hingga peringatan HUT ke-53 Desa Budaya Pampang yang menjadi salah satu agenda budaya andalan Kota Samarinda.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Muslimin mengatakan, pelaksanaan festival tahun ini telah dipersiapkan sejak tiga bulan lalu melalui koordinasi intensif antara pemerintah, panitia lokal, dan berbagai pihak pendukung.

Festival tersebut merupakan agenda rutin yang telah diatur melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga dan melestarikan budaya Dayak Kenyah yang menjadi identitas daerah.

"Kurang lebih tiga bulan kami melakukan persiapan. Ini menjadi kewajiban pemerintah untuk memfasilitasi kegiatan masyarakat, khususnya masyarakat adat Dayak Kenyah Pampang agar budaya yang menjadi kekayaan Kota Samarinda tetap terjaga," ujarnya, Kamis (25/6).

Muslimin mengungkapkan, pada awalnya kegiatan tersebut direncanakan sebagai Festival Adat Dayak Kenyah Pampang bertaraf internasional. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat pelaksanaannya disesuaikan tanpa mengurangi substansi kegiatan budaya yang ditampilkan.

Meski demikian, ia menilai pelaksanaan festival tahun ini justru berlangsung lebih meriah dibanding tahun sebelumnya berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Samarinda, DPRD, sektor swasta, hingga masyarakat Desa Budaya Pampang. "Selama kita bisa berkolaborasi, kegiatan tetap bisa berjalan dengan baik. Alhamdulillah tahun ini justru terlihat lebih meriah dibanding tahun lalu," katanya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Berbagai tenant UMKM yang menjual kerajinan manik-manik khas Dayak, kuliner lokal, hingga produk unggulan Pampang turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

"Kami ingin masyarakat Pampang ikut menikmati manfaat dari kegiatan ini. Mulai dari penjualan kerajinan, kuliner, hingga produk lokal lainnya. Dampak ekonominya sangat terasa bagi warga," jelasnya. (*)

Ia menambahkan, Festival Budaya Dayak Kenyah Pampang tidak hanya menjadi sarana promosi pariwisata, tetapi juga wadah untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya.

Editor : Ismet Rifani
#Festival Budaya Dayak Kenyah Pampang 2026 #Disporapar Samarinda #muslimin