Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Target Samarinda Bebas Tambang 2026 Dinilai Realistis, Pakar Sebut Peluang Green Jobs dan Ekonomi Hijau Terbuka Lebar

Denny Saputra • Kamis, 25 Juni 2026 | 19:34 WIB
Sungai Mahkaam
Sungai Mahkaam

KALTIMPOST.ID-Target Pemkot Samarinda mewujudkan kota bebas tambang pada 2026 dinilai bukan sekadar slogan.

Di balik upaya tersebut, terbuka peluang untuk menggeser perekonomian dari sektor ekstraktif menuju industri dan lapangan kerja yang lebih ramah lingkungan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau (YMH) sekaligus pakar energi terbarukan Dicky Edwin Hindarto mengatakan, keputusan menjadikan suatu kota bebas tambang sangat bergantung pada komitmen pemerintah dan masyarakat. Kebijakan serupa telah diterapkan sejumlah daerah di Indonesia.

“Balikpapan sejak awal tidak membuka ruang untuk pertambangan batu bara. Prabumulih di Sumatra Selatan juga memilih arah yang sama meski memiliki potensi batu bara. Jadi, kalau pemerintah dan masyarakat sepakat, sangat mungkin dilakukan,” ujarnya di Samarinda, Rabu (24/6).

Baca Juga: Bupati PPU Apresiasi Gubernur Kaltim yang Fasilitasi Operasi Plastik Gratis bagi Pelajar PPU Korban Gigitan Teman hingga Telinga Putus

Dicky menilai karakter kota seperti Samarinda lebih tepat dikembangkan sebagai pusat jasa, pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif daripada bertumpu pada aktivitas pertambangan.

“Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, kualitas lingkungan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan kota,” singkatnya.

Dia menambahkan, target bebas tambang perlu diikuti dengan penciptaan green jobs atau pekerjaan berwawasan lingkungan.

Peluangnya dinilai terbuka lebar, mulai dari UMKM yang memanfaatkan bahan alami sebagai pengganti plastik.

“Termasuk produk daur ulang, hingga industri tekstil yang menggunakan pewarna ramah lingkungan,” tambahnya.

Menurutnya, produk lokal seperti Sarung Samarinda juga berpotensi dipasarkan sebagai produk hijau bila seluruh proses produksinya menerapkan prinsip keberlanjutan.

Baca Juga: Binus Group dan Paradise Indonesia Kembangkan POJ City, 23 Semarang dan Hyatt Place Lengkapi Ekosistem Terpadu

Nilai tambah produk akan meningkat karena pasar mulai memberikan perhatian terhadap aspek lingkungan. 

“Green jobs itu soal kreativitas. Tidak harus bekerja di perusahaan lingkungan, tetapi bagaimana menciptakan usaha yang produknya ramah lingkungan dan punya nilai ekonomi,” tegasnya.

Dia optimistis, jika didukung kebijakan yang konsisten, transformasi menuju kota hijau akan membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Sehingga diharapkan dapat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Samarinda,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #tambang ilegal #Kutai Barat #batu bara