Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sempat Dihantui Longsor, Terowongan Samarinda Akhirnya Masuk Babak Baru! Siap-Siap Uji Kelaikan, Ini Target Operasionalnya!

Denny Saputra • Senin, 29 Juni 2026 | 17:36 WIB
TERKINI: Tim DPUPR Samarinda melengkapi berkas administrasi pra pengujian kelaikan Terowongan Samarinda ke BKJTK sebagai upaya menerbitkan SLF. DENNY SAPUTRA/KP
TERKINI: Tim DPUPR Samarinda melengkapi berkas administrasi pra pengujian kelaikan Terowongan Samarinda ke BKJTK sebagai upaya menerbitkan SLF. DENNY SAPUTRA/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemkot Samarinda melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mematangkan proses pengujian Terowongan Samarinda sebagai syarat memperoleh Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Saat ini, tahapan yang berjalan masih berfokus pada penyelesaian administrasi dan pemenuhan dokumen teknis yang diminta Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK), Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Terowongan Samarinda Rezky Samudra Aprilyan menjelaskan, seluruh dokumen utama telah diajukan. Bersamaan dengan itu, proposal pengujian juga telah disiapkan sebagai dasar pelaksanaan observasi lapangan.

"Proposal sudah selesai. Saat ini kami tinggal melengkapi beberapa perhitungan yang diminta BKJTK. Setelah itu akan dilakukan observasi awal yang berjalan bersamaan dengan pembahasan proposal sebelum masuk ke tahap pengujian," ujarnya Senin (29/6).

Baca Juga: Berjalan Lambat, Ini Progres Terbesar di Proyek Lanjutan Lapangan Minisoccer HOP Bontang

Dia menjelaskan, dari koordinasi dengan BKJTK tim penguji dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut Rezky, setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, pengujian struktur akan dilaksanakan sebelum hasilnya diolah untuk menjadi dasar penerbitan SLF.

“Tim UGM diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk menganalisis hasil pengujian,” jelasnya. Dia mengakui proses evaluasi tidak memiliki pola pertanyaan yang baku karena setiap tahapan dapat memunculkan permintaan tambahan dari tim ahli BKJTK.

Karena itu, pihaknya terus menyiapkan berbagai data pendukung yang sewaktu-waktu dibutuhkan selama proses asistensi. “BKJTK masih meminta sejumlah simulasi dan perhitungan rekayasa teknik yang kini tengah dilengkapi tim teknis,” terangnya.

Meski demikian, DPUPR tetap menargetkan seluruh rangkaian pengujian hingga keluarnya hasil dapat diselesaikan pada September mendatang. Sementara terkait isu keamanan menyusul beberapa kali terjadi longsoran di area sekitar terowongan saat hujan deras, Rezky memastikan desain penanganan lereng telah disiapkan.

Baca Juga: OJK Ingatkan Masyarakat Pegang Prinsip 2L Sebelum Berinvestasi

“Tahap berikutnya tinggal menunggu pelaksanaan sesuai arahan Pemerintah Kota Samarinda agar aspek keselamatan terowongan dapat terpenuhi sebelum resmi dioperasikan,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bkjtk kementerian pu #infrastruktur samarinda 2026 #DPUPR Samarinda #Terowongan Samarinda