KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Rencana memindahkan lampu penerangan stadion dari Stadion Utama Palaran ke Stadion Segiri belum bisa langsung dieksekusi. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan, proses tersebut harus diawali dengan kajian teknis menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan baru pada konstruksi stadion.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Muslimin mengatakan, kebutuhan peningkatan pencahayaan Stadion Segiri memang mendesak untuk mendukung Borneo FC yang akan berlaga di kompetisi Liga Indonesia maupun AFC. Namun, seluruh tahapan harus dilakukan sesuai prosedur.
Saat ini Stadion Segiri baru memiliki tingkat pencahayaan sekitar 1.000 lux, sedangkan standar yang dibutuhkan mencapai 1.500 hingga 1.600 lux. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 600 lux. "Jangan sampai kita langsung memindahkan lampu dari Stadion Palaran ke Stadion Segiri tanpa kajian teknis. Harus dipastikan dulu kekuatan struktur tiang, instalasi listrik, hingga kesesuaian beban lampunya," ujar Muslimin, Rabu (1/7).
Menurutnya, setiap lampu memiliki spesifikasi, bobot, serta merek yang berbeda. Karena itu, kajian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sangat diperlukan sebelum dilakukan pemindahan.
Ia mengingatkan, apabila beban lampu yang dipasang melebihi kemampuan struktur tiang, dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu operasional stadion.
Selain persoalan struktur, instalasi kelistrikan juga harus dipastikan kompatibel antara Stadion Palaran dan Stadion Segiri. Mulai dari jaringan kabel hingga sistem pendukung lainnya perlu dianalisis sebelum pekerjaan dilakukan.
Untuk mempercepat realisasi, Disporapar Samarinda meminta adanya koordinasi ulang antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemkot Samarinda yang melibatkan Dispora Kaltim, Disporapar Samarinda, serta PUPR provinsi dan kota. "Koordinasi itu harus dihadiri pejabat yang bisa langsung mengambil keputusan supaya mekanismenya bisa segera disepakati," jelasnya.
Muslimin mengungkapkan, Wali Kota Samarinda telah menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan fasilitas Stadion Segiri sebagai kandang Borneo FC. Namun, pelaksanaannya tetap harus mengacu pada hasil kajian teknis.
"Prinsipnya tidak ada masalah. Dalam rangka persiapan Borneo FC menghadapi Liga Indonesia dan Piala AFC, pemerintah mendukung sepenuhnya. Tinggal mekanisme dan kajian teknisnya yang harus kita sinkronkan," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani