KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemkot Samarinda mulai memperkuat pengamanan aset publik di Jembatan Achmad Amins, Kecamatan Palaran. Wali Kota Samarinda Andi Harun menugaskan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) membantu dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di jembatan tersebut.
Hal itu sebagai langkah mencegah kembali terjadinya pencurian kabel lampu penerangan. Sejak awal tahun, lampu penerangan di jembatan tersebut padam akibat kabel listrik dicuri.
Baca Juga: Kasus Kematian Eks Karyawan PT Lonsum Mulai Temui Titik Terang
Minimnya pengawasan membuat pelaku leluasa merusak pagar pembatas untuk masuk ke area instalasi dan membawa kabel sepanjang ratusan meter. Akibatnya, proses pemulihan penerangan memerlukan waktu karena harus melalui penganggaran ulang dan pengadaan kabel baru.
Sekretaris Diskominfo Samarinda Suparmin mengatakan pemasangan CCTV merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Samarinda untuk meningkatkan pengamanan aset milik pemerintah. Saat ini pengadaan perangkat telah berkontrak dengan penyedia dan tinggal menunggu pelaksanaan pekerjaan.
"Rencananya ada empat titik CCTV yang dipasang di area pintu masuk menuju jembatan. Kamera diarahkan ke akses yang selama ini dimanfaatkan pelaku untuk masuk," ujarnya, Rabu (2/7).
Baca Juga: Graha Indah Wakili Provinsi Kaltim Mengikuti Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional
Dia menjelaskan, pemasangan CCTV akan dilakukan setelah Dinas Perhubungan menyelesaikan penggantian kabel dan mengaktifkan kembali lampu penerangan jembatan. Proses instalasi kamera diperkirakan dapat dilakukan pada Agustus karena infrastruktur pendukung, seperti jaringan fiber optik dan Video Management System (VMS), sudah tersedia. “Kami sinergi dengan OPD lain, sesuai tugasnya,” jelasnya.
Baca Juga: Tak Beri Celah Pengedar, Polres Paser Musnahkan Barang Bukti Ekstasi dari Dua Kasus Narkoba
Menurut Suparmin, keberadaan CCTV yang ada saat ini belum mampu mengawasi titik rawan karena hanya berada di mulut jembatan dengan sudut pandang yang terbatas. Kamera baru akan dipasang lebih dekat ke pintu akses dan ditempatkan pada posisi yang lebih tinggi agar tidak mudah dirusak. “Tujuan utamanya mengawasi akses pintu keluar masuk di area utilitas jembatan,” terangnya.
Dia menambahkan, ke depan, CCTV juga direncanakan dapat diakses petugas pengamanan, termasuk Satpol PP, sehingga apabila muncul aktivitas mencurigakan di sekitar aset pemerintah dapat segera ditindaklanjuti melalui sistem peringatan dini.
“Dengan pengawasan yang lebih optimal, diharapkan pencurian kabel yang selama ini merugikan daerah tidak kembali terulang,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki