Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Beginilah MPLS Hari Pertama di SD Muhammadiyah 1 Samarinda

Nasya Rahaya • Senin, 13 Juli 2026 | 11:28 WIB
BERKARAKTER: Sejumlah peserta didik baru mengikuti kegiatan MPLS hari pertama di SD Muhammadiyah 1 Samarinda, Senin (13/7). (Nasya Rahaya)
BERKARAKTER: Sejumlah peserta didik baru mengikuti kegiatan MPLS hari pertama di SD Muhammadiyah 1 Samarinda, Senin (13/7). (Nasya Rahaya)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 mulai berlangsung di Kota Samarinda, Senin (13/7). Sejumlah sekolah mengawali kegiatan dengan mengenalkan lingkungan belajar, guru, hingga budaya sekolah kepada peserta didik baru.

Di SD Muhammadiyah 1 Samarinda, misalnya, pelaksanaan MPLS tidak hanya menyasar siswa kelas 1, tapi juga melibatkan siswa kelas 2 hingga kelas 6. Bedanya, siswa baru mengikuti MPLS selama lima hari penuh, sedangkan siswa kelas atas menjalani kegiatan selama tiga hari.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Samarinda, Nur Iman menjelaskan MPLS bagi siswa kelas atas tetap diperlukan karena setiap tahun terjadi pembauran kelas. Siswa akan bertemu teman dan wali kelas baru sehingga membutuhkan proses adaptasi kembali.

“Untuk kelas 1 full lima hari. Sementara kelas 2 sampai kelas 6 tiga hari karena ada pembauran teman dan guru baru. Sekaligus pembentukan organisasi kelas dan paguyuban orangtua,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu ciri khas MPLS di sekolah tersebut adalah keterlibatan aktif orangtua. Khusus siswa kelas 1, orang tua diperbolehkan mendampingi anak di dalam kelas pada hari pertama.

Baca Juga: Perkuat Budaya HSSE, PLTGU Tanjung Batu Kerja Sama dengan KKN Unmul Gelar Program SIGAP

Menurutnya, kesempatan itu dimanfaatkan untuk membangun komunikasi antara sekolah, guru, dan wali murid, sekaligus membentuk paguyuban orangtua yang nantinya mendukung berbagai program sekolah selama satu tahun ajaran.

“Orangtua bukan hanya mengenal guru kelas, tetapi juga sesama wali murid. Harapannya mereka bisa saling berbagi informasi dan mendukung program sekolah. Apalagi kami sekolah swasta yang memang membutuhkan sinergi kuat dengan orang tua,” katanya.

Selama lima hari MPLS, siswa baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, hingga kebiasaan belajar yang akan dijalani selama enam tahun ke depan.

Sebagai sekolah berbasis Islam, SD Muhammadiyah 1 juga mulai mengenalkan budaya keagamaan sejak hari pertama. Meski belum masuk pada materi pembelajaran, siswa diperkenalkan kebiasaan berdoa sebelum belajar, membaca Al-Qur’an, serta praktik ibadah yang nantinya menjadi rutinitas di sekolah.

“Latar belakang anak-anak berbeda-beda. Ada yang dari TK Muhammadiyah, ada juga dari TK umum. Jadi pada tahap ini kami baru mengenalkan kebiasaan-kebiasaan yang nanti akan mereka jalankan setiap hari,” jelas Nur Iman.

Pada hari terakhir MPLS, sekolah akan mengajak siswa mengenal lingkungan sekitar sekolah. Anak-anak diajak berkeliling untuk mengetahui lokasi sekolah, nama jalan, hingga fasilitas umum di sekitar lingkungan belajar.

Selain itu, sekolah juga melakukan evaluasi sederhana terhadap materi yang telah diberikan selama MPLS. Siswa akan diajak mengingat kembali nama kepala sekolah, letak perpustakaan, ruang UKS, hingga fasilitas lainnya sebagai indikator bahwa materi pengenalan telah dipahami.

Tahun ajaran ini, SD Muhammadiyah 1 Samarinda membuka kuota sebanyak 224 siswa baru yang terbagi dalam tujuh kelas, termasuk satu kelas bilingual. Keseluruhan siswa baru sampai Senin (13/7) sekitar 206 orang.

"Sisanya masih menunggu proses administrasi, dalam minggu ini mudah-mudahan kuotanya terpenuhi," tutupnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
sekolah murid baru mpls SD Muhammadiyah 1 Samarinda