Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Demi Keselamatan Siswa, Kemensos Tunda MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Palaran hingga 31 Juli

Denny Saputra • Senin, 13 Juli 2026 | 18:28 WIB
PILIH AMAN: Rencana MPLS di SRT Palaran di Samarinda ditunda hingga akhir Juli mendatang, mengingat masih banyaknya aktivitas pembangunan fisik di lapangan.
PILIH AMAN: Rencana MPLS di SRT Palaran di Samarinda ditunda hingga akhir Juli mendatang, mengingat masih banyaknya aktivitas pembangunan fisik di lapangan.

SAMARINDA- Kementerian Sosial (Kemensos) RI memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Palaran, Samarinda, yang semula dijadwalkan pada Selasa (14/7), resmi ditunda. Keputusan diambil karena pembangunan kawasan sekolah yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum belum sepenuhnya siap digunakan.

Meski progres konstruksi telah mencapai sekitar 84,3 persen, Kemensos menilai kondisi lapangan masih belum memenuhi aspek keselamatan dan kenyamanan bagi 270 calon siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang akan mengikuti pendidikan berasrama. MPLS dijadwalkan ulang pada 31 Juli 2026.

PIC SRT Palaran sekaligus Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Ditjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Jaswadi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah tim melakukan evaluasi langsung terhadap kesiapan sarana dan prasarana.

"Yang kami utamakan adalah keselamatan dan kesehatan siswa. Di lokasi masih ada aktivitas konstruksi, kendaraan berat, serta debu yang cukup tinggi. Kondisi itu tidak layak untuk kegiatan MPLS," ujarnya, dikonfirmasi, Senin (13/7).

Dia menjelaskan, hasil evaluasi kemudian dilaporkan kepada Sekretaris Jenderal Kemensos dan disetujui untuk menjadwal ulang kegiatan hingga akhir Juli. Selama masa penundaan, seluruh calon siswa diminta tetap berada di rumah masing-masing.

“Informasi kepada peserta akan disampaikan melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Dinas Sosial setempat,” jelasnya.

Jaswadi optimistis pembangunan asrama yang menjadi fokus pekerjaan Kementerian PU dapat rampung sesuai target pada 31 Juli. Penundaan juga telah dibahas bersama kepala sekolah, tenaga pendidik, serta Pemerintah Kota Samarinda. “Sebelumnya kami juga sudah mengajak tiga kepala sekolah rakyat di sekolah rintisan untuk mengecek. Saran mereka pun sama, berharap ditunda dahulu,” terangnya.

Selain penyelesaian bangunan, Kemensos juga mempercepat distribusi perlengkapan siswa yang diperkirakan mulai tiba sekitar 20 Juli. Seluruh kebutuhan peserta diharapkan sudah lengkap sebelum kegiatan MPLS dimulai.

“Kami berkoordinasi dengan tim lain, agar perlengkapan calon siswa misalnya kebutuhan untuk pakaian, mandi dan lainnya bisa segera dipenuhi sebelum jadwal masuk terbaru,” tambahnya.

Dia pun meminta agar orang tua calon siswa bersabar dan terus mendukung program Sekolah Rakyat. Menurutnya, seluruh kebutuhan pendidikan dan kehidupan berasrama para siswa akan ditanggung pemerintah sehingga anak-anak dapat belajar dengan aman dan nyaman. “Kami berharap dukungan atas program ini. agar anak-anak bisa nyaman belajar di sekolah baru nantinya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Prasarana Strategis Kalimantan Timur menargetkan seluruh pembangunan rampung sesuai kontrak pada 9 Agustus mendatang. Dari pantauan di lapangan, Rabu (8/7), dalam menyambut tahap awal MPLS, pelaksana telah menyiapkan tiga asrama, satu gedung kelas, satu dapur. Dan targetnya hingga akhir Juli, bangunan rampung bertambah empat asrama, satu gedung sekolah, serta dua kantin. (*)

Editor : Ismet Rifani
MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi SRT Palaran Jaswadi kemensos ri