Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kisah Chanellyn Tijoe: Siswi Samarinda Juarai Face of K-Pop Indonesia dari Ranjang RS hingga Sabet Tiket ke Korea!

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09 WIB
Chanellyn Tijoe, siswi berprestasi dari Sekolah Citra Kasih Samarinda yang sukses menyabet predikat juara Face of K-Pop Indonesia kategori teens. (IST)
Chanellyn Tijoe, siswi berprestasi dari Sekolah Citra Kasih Samarinda yang sukses menyabet predikat juara Face of K-Pop Indonesia kategori teens. (IST)

KALTIMPOST.ID- Sejak kecil, Chanellyn telah menunjukkan bakat di dunia seni. Kini, remaja asal Samarinda itu bersiap terbang ke Korea Selatan pada 18 Juli setelah menjuarai Face of K-Pop Asia representatif Indonesia. Di Negeri Ginseng, ia akan mengikuti training dan berpeluang debut di hadapan agensi hiburan Korea.

Di tengah rasa sakit yang menusuk perutnya, Chanellyn Tijoe nyaris kehilangan harapan. Remaja kelahiran 2011 itu bahkan sempat berpikir tak bisa mengikuti kompetisi Face of K-Pop Indonesia di Jakarta setelah harus dilarikan ke rumah sakit sehari sebelum tampil.

Saat akhirnya berdiri di atas panggung sebagai penampil pertama, ia merasa penampilannya jauh dari kata sempurna. Karena itulah, Chanell tak pernah membayangkan namanya justru keluar sebagai juara pertama di kategori teens.

"Awal-awal itu masih ragu karena saingannya pasti banyak, apalagi orang dari luar kota itu kebanyakan yang jago-jago. Terus pas dance itu aku lagi sakit. Perform-nya agak kurang maksimal, power-nya juga kurang maksimal," ujar Chanell.

Baca Juga: Harumkan Nama Kaltim, Siswa Samarinda Daevin Halbert Lius Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia ke Final Olimpiade Bahasa Inggris Dunia di Italia

Perjalanan menuju panggung nasional itu bermula ketika sang ibu menemukan informasi ajang Face of K-Pop Indonesia melalui media sosial. Saat itu Chanell memang sedang mencari kompetisi yang bisa diikuti untuk mengasah kemampuannya di dunia tari K-pop.

Sebelum berangkat ke Jakarta, peserta lebih dulu diminta mengunggah video dance ke Instagram. Dari banyaknya peserta yang mendaftar, sekitar 60 orang lolos mengikuti kompetisi secara langsung. Chanell dan ibunya berangkat ke Jakarta pada 24 Juni.

Namun, sehari menjelang lomba, kondisinya mendadak memburuk akibat salah makan yakni pada 25 Juni. Ia mengalami muntah-muntah hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sang ibu, Lidya Christina, mengaku sempat meminta putrinya mengurungkan niat mengikuti lomba karena khawatir kondisi kesehatannya semakin memburuk.

Baca Juga: Penumpang Kapal di Kaltim Turun Hampir 19 Persen, Arus Barang Justru Terus Menguat

"Tanggal 25 saya bilang kalau memang enggak bisa ikut, enggak usah, sudah anggap saja jalan-jalan. Tapi anak ini besar hatinya. Dia bilang, saya harus ikut," kenang Lidya. Tekad Chanell akhirnya membawanya tetap naik ke panggung. Meski masih lemas dan menahan sakit, ia menuntaskan koreografi berdurasi tiga menit yang memadukan lagu-lagu dari Katseye, Blackpink, dan beberapa idol K-pop lainnya.

Menurut Lidya, perjuangan putrinya baru benar-benar terlihat setelah turun dari panggung. "Pas menit satu lebih itu saya lihat sudah turun power-nya. Dia bilang perutnya kerasa ketusuk sakit sekali. Saya bilang apa pun selesaikan. Dia selesaikan, habis itu sudah terduduk di belakang panggung," ujarnya.

Tak disangka, perjuangan itu membuahkan hasil. Chanell masuk Top 20 sebelum akhirnya diumumkan sebagai juara pertama kategori teens pada 26 Juni. Prestasi tersebut sekaligus mengantarkannya menjadi wakil Indonesia pada program pelatihan Face of K-Pop Asia di Korea Selatan.

Baca Juga: Total Proyek Rp 5,2 Triliun! Nindya Karya dan Intiland Garap Rusun ASN serta Rumah Tapak di IKN

Selama sekitar 10 hari, para peserta akan mengikuti berbagai pelatihan mulai dari koreografi, vokal, makeup, hingga styling sebelum tampil dalam panggung debut. Setelah itu, mereka berpeluang dilirik dan dikontrak agensi hiburan Korea.

Bagi Chanell, dunia seni bukanlah hal baru. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia telah belajar dance secara autodidak melalui YouTube. Ia juga pernah mengikuti audisi Indonesia's Got Talent, sampai ke babak dua dan pernah menjadi bintang iklan audisi terkait.

Meski belum pernah mengikuti kelas tari, kemampuannya terus berkembang berkat latihan mandiri dan dukungan keluarga. "Enggak pernah les, belajar sendiri," kata siswi Sekolah Citra Kasih Samarinda tersebut.

Lidya mengaku sejak kecil putrinya memang menunjukkan ketertarikan besar pada dunia seni. Selain dance, Chanell pernah meraih tiga gold medal dalam kompetisi piano di Nusantara Youth Music Olympic (NYMO) dan kini juga belajar drum serta biola.

Di balik dukungan penuh terhadap impian sang anak, Lidya tetap mengingatkan agar pendidikan tidak ditinggalkan, apa pun hasil yang nantinya diraih di Korea Selatan. "Kalau memang nanti beruntung ya kita jalani saja, tapi sekolah jangan ditinggal. Diusahakan sekolahnya tetap terpenuhi," pungkas Lidya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Face of K-Pop Indonesia k-pop samarinda