KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar kehormatan mengibarkan Sang Merah Putih. Lebih dari itu, para pemuda terpilih diharapkan mampu menjadi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Samarinda Helmi Abdullah saat memberikan pembekalan kepada calon Paskibraka Kota Samarinda 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Kamis (16/7).
Dalam kesempatan itu, ia membawakan materi bertajuk Peran Generasi Muda dalam Membangun Demokrasi Berlandaskan Pancasila.
Baca Juga: DPRD Samarinda Kawal Penanganan 36 Siswa Belum Dapat Sekolah, Berharap Tuntas Pekan Ini
Helmi menegaskan, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi utama yang harus dimiliki generasi muda. Menurutnya, calon Paskibraka tidak hanya dituntut memahami lima sila, tetapi juga mengamalkan nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
"Pemahaman tentang Pancasila beserta makna dan filosofinya menjadi bekal untuk menambah wawasan sekaligus membentuk karakter mereka sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya, Kamis (16/7).
Ia menilai para 42 calon Paskibraka yang terpilih merupakan putra-putri terbaik Samarinda setelah menyisihkan sekitar 300 pendaftar. Selama mengikuti pendidikan dan pelatihan, mereka akan dibekali ilmu, wawasan, serta pengalaman kepemimpinan.
Baca Juga: Harga TBS Sawit Kaltim Naik Lagi, Tembus Rp 3.477 per Kg untuk Tanaman Produktif
"Dari sekitar 300 pendaftar, hanya 42 yang lolos. Mereka adalah anak-anak pilihan yang dipersiapkan menjadi generasi penerus," jelasnya.
Helmi mengingatkan, para calon Paskibraka diproyeksikan menjadi bagian dari generasi Indonesia Emas 2045. Karena itu, mereka harus terus meningkatkan kapasitas diri dan memperluas wawasan sejak dini.
"Saat Indonesia Emas 2045, usia mereka sudah sekitar 35 hingga 40 tahun. Harapan kami, mereka siap menjadi pemimpin, baik di daerah maupun di tingkat nasional," katanya.
Ia juga mendorong para peserta menempuh pendidikan setinggi mungkin. Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang karena saat ini tersedia berbagai program beasiswa.
"Teruslah belajar dan jangan minder. Kalau perlu kuliah sampai S3 agar memiliki bekal ilmu yang cukup ketika mendapat kesempatan memimpin bangsa ini," pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto