Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jalani MPLS, Siswa SDN 027 Terpaksa Lesehan, Disdikbud Sebut Pengadaan Berproses

Denny Saputra • Jumat, 17 Juli 2026 | 17:31 WIB
DUDUK MELANTAI: Salah satu kelas di SD 027 Samarinda Ulu menggunakan alas karpet dan meja lipat untuk KBM selama masa MPLS, Jumat (17/7).
DUDUK MELANTAI: Salah satu kelas di SD 027 Samarinda Ulu menggunakan alas karpet dan meja lipat untuk KBM selama masa MPLS, Jumat (17/7).

SAMARINDA- Sejumlah siswa di SDN 027 Samarinda, Jalan Pramuka, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, terpaksa mengikuti kegiatan belajar dengan duduk di lantai menggunakan meja lipat dan alas karpet busa. Kondisi itu terjadi lantaran ruang kelas yang tersedia belum dilengkapi mebeler, sementara ada keinginan orang tua siswa agar seluruh rombongan belajar dijadwalkan masuk pada pagi hari selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala SDN 027 Samarinda Aidil Fitriansyah membenarkan kondisi tersebut. Namun, ia menegaskan pembelajaran lesehan hanya bersifat sementara dan merupakan hasil kesepakatan bersama orang tua murid selama pelaksanaan MPLS.

“Bahkan orang tua murid yang ikut membersihkan kelas. Karena kelas itu baru dibangun, dan belum resmi diserahterimakan,” ucapnya, Jumat (17/7).

Menurut Aidil, sekolah baru memperoleh tambahan gedung pada 2025, tetapi belum bisa digunakan penuh. Meski demikian, sekolah sempat meminta izin kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda untuk memanfaatkan gedung tersebut selama MPLS.

"Karena semua orang tua menginginkan anaknya masuk pagi saat MPLS, akhirnya beberapa kelas menggunakan ruang yang tersedia dengan kondisi seadanya. Setelah MPLS selesai, Senin (20/7) depan kami kembali menerapkan sistem shift pagi dan siang seperti sebelumnya," tegasnya.

Saat ini SDN 027 memiliki 18 rombongan belajar. Namun, baru sembilan ruang kelas yang siap digunakan. Sementara ruang lainnya masih terkendala mebeler yang rusak maupun belum tersedia.

Aidil mengatakan usulan pengadaan bangku dan meja baru telah disampaikan kepada Disdikbud Samarinda maupun Pemerintah Provinsi Kaltim. Apabila hingga pekan depan bantuan mebeler belum tersedia, sekolah akan kembali menerapkan sistem pembelajaran bergantian antara pagi dan siang. “Penggunaan ruang tanpa mebeler hanya selama MPLS ,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Seksi Kelembagaan dan Prasarana SD Disdikbud Samarinda Amelia Indah Larasati mengatakan pihaknya sebelumnya memang belum mengizinkan gedung baru digunakan untuk kegiatan belajar karena statusnya belum diserahterimakan. Karena itu, sekolah diminta menyesuaikan skema pembelajaran sementara.

“Mulai Senin mendatang, kegiatan belajar akan kembali menggunakan pola seperti sebelum MPLS sehingga tidak ada lagi siswa yang belajar di lantai,” jelasnya.

Dia menambahkan, pada 2026 Pemkot Samarinda telah menganggarkan pengadaan mebeler untuk 10 sekolah. Meskipun kebutuhan tersebut belum mampu mengakomodasi seluruh ruang kelas baru akibat keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi.

"Kami mohon orang tua bersabar. Pemenuhan mebeler akan terus diupayakan, termasuk pada anggaran 2027, sehingga seluruh ruang kelas yang telah dibangun dapat difungsikan secara optimal dan sekolah bisa kembali menerapkan satu shift," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
SDN 027 Samarinda murid belajar di lantai Aidil Fitriansyah Amelia Indah Larasati Disdikbud Samarinda