KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sepinya aktivitas di Pasar Pagi Samarinda mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan berbagai langkah untuk menghidupkan pusat perdagangan tersebut.
Selain mengancam menarik kembali lapak yang tak kunjung ditempati pedagang, Pemkot juga mengusulkan pemanfaatan rooftop Pasar Pagi sebagai kawasan kafe untuk menarik lebih banyak pengunjung, khususnya kalangan muda.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, persoalan utama saat ini adalah masih banyak lapak yang belum ditempati meski telah dibagikan kepada pedagang. Dari total sekitar 2.500 lapak yang tersedia, sekitar 1.500 lapak hingga kini masih belum ditempati.
"Dinas Perdagangan Samarinda sudah memberikan imbauan. Bahkan kalau sampai Agustus lapaknya tetap tidak dipergunakan atau ditempati, akan diambil alih dan diberikan kepada pedagang yang benar-benar ingin berjualan," ujarnya, Jumat (17/7).
Menurutnya, lapak yang dibiarkan kosong membuat suasana pasar terlihat sepi sehingga kurang menarik minat masyarakat untuk datang berbelanja. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap penerimaan pendapatan asli daerah (PAD).
Sebagai upaya menghidupkan Pasar Pagi, Marnabas mengaku telah mengusulkan kepada Wali Kota Samarinda agar rooftop Pasar Pagi dimanfaatkan sebagai kawasan kafe dan kuliner.
"View dari rooftop itu luar biasa karena langsung menghadap Sungai Mahakam. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Pelan-pelan kita dorong supaya bisa menjadi daya tarik baru," katanya.
Ia menjelaskan, sejak awal Pasar Pagi dirancang memiliki akses lift menuju rooftop. Namun, karena pertimbangan keselamatan, lift hanya beroperasi hingga lantai enam. Ke depan, jika aktivitas semakin ramai, operasional lift berpeluang diperpanjang hingga lantai tujuh.
"Rooftop itu luasnya hampir satu hektare. Potensinya besar untuk menjadi ruang publik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi," jelasnya.
Marnabas menambahkan, konsep rooftop kafe menyasar segmen anak muda yang selama ini menjadi pasar potensial bagi usaha kuliner. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sektor kafe dan kuliner menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD Kota Samarinda.
"Target pajak makan dan minum bahkan sudah melampaui 100 persen meski masih bulan Juli. Artinya, sektor kuliner sangat potensial. Kalau rooftop Pasar Pagi bisa dimanfaatkan, tentu diharapkan ikut mendorong PAD sekaligus menghidupkan kawasan pasar," pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo