560 Korban PHK Tambang Cari Kerja Baru, Disnaker Samarinda Siapkan Job Fair dan Pelatihan

Denny Saputra • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:22 WIB
Pertambangan menyumbang data PHK terbesar sepanjang Januari-Juni 2026. Data 6 bulan terakhir lebih tinggi dibanding Januari-Desember 2025.
ILUSTRASI: Pertambangan di Kaltim menyumbang data PHK terbesar sepanjang Januari-Juni 2026. Data 6 bulan terakhir lebih tinggi dibanding Januari-Desember 2025.

SAMARINDA – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan mulai berdampak di Kota Samarinda. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda mencatat sekitar 560 pekerja korban PHK mengajukan permohonan kartu pencari kerja (AK-1) sepanjang 2026 untuk mencari pekerjaan baru.

Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, mengatakan mayoritas pekerja yang terdampak berasal dari perusahaan tambang yang menghentikan operasional karena proyek selesai maupun melakukan efisiensi usaha.

"Perusahaannya memang tutup karena close project dan ada efisiensi," ujarnya di sela pembukaan Mahakam Job Fair 2026 di Samarinda Square, Kamis (23/7).

Untuk membantu para korban PHK kembali bekerja, Disnaker mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan melalui pelaksanaan Mahakam Job Fair 2026. Lowongan yang tersedia tidak hanya ditujukan bagi lulusan baru, tetapi juga bagi tenaga kerja berpengalaman.

Beberapa posisi yang dibuka antara lain operator alat berat, mekanik, serta berbagai bidang lainnya sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan.

Baca Juga: Pengamat Unmul Sebut Gelombang PHK Sektor Pertambangan di Kaltim Tekan Daya Beli Masyarakat dan Picu Efek Domino bagi Ekonomi Daerah

"Ada lowongan operator alat berat, mekanik, hingga bidang lainnya. Namun semuanya tetap melalui persaingan sesuai kebutuhan perusahaan," katanya.

Selain membuka akses lapangan pekerjaan, Disnaker juga memperluas program peningkatan keterampilan melalui berbagai pelatihan vokasi dan kewirausahaan.

Pelatihan yang telah dilaksanakan meliputi servis telepon seluler, servis sepeda motor injeksi, menjahit, tata rias, hingga keterampilan di bidang food and beverage (FnB). Peserta juga mendapatkan pelatihan mengolah pakaian bekas menjadi produk bernilai ekonomi.

Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum.
Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum.

Informasi pendaftaran pelatihan disebarkan melalui media sosial Disnaker, kelurahan, dan kecamatan menggunakan sistem barcode. Pada pembukaan pendaftaran akhir 2025 hingga Januari 2026, sebanyak 495 warga tercatat mendaftar mengikuti program peningkatan keterampilan tersebut.

Disnaker juga menjalin kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda melalui skema Tailor Made Training (TMT) yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Melalui program itu, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan, tetapi juga didampingi memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi yang memilih berwirausaha.

Kerja sama turut melibatkan lembaga pelatihan kerja (LPK) swasta agar peserta memperoleh sertifikasi kompetensi sekaligus memiliki peluang lebih besar untuk kembali terserap di dunia kerja.

 
 
 
Editor : Muhammad Ridhuan
PHK Tambang Samarinda lowongan kerja samarinda Job Fair Samarinda 2026 Pelatihan kerja Samarinda Disnaker Samarinda