Tiket Pesawat Mahal dan Rupiah Melemahlah Jadi Peluang! Kadispar Kaltim Faisal Minta Pelaku Wisata Obral Promo KTP Lokal

Eko Pralistio • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 20:26 WIB
OPTIMALKAN POTENSI DESTINASI WISATA LOKAL: Suasana dari puncak Puncak Steling, salah satu objek wisata alam favorit masyarakat di Samarinda.
OPTIMALKAN POTENSI DESTINASI WISATA LOKAL: Suasana dari puncak Puncak Steling, salah satu objek wisata alam favorit masyarakat di Samarinda.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Muhammad Faisal, mengajak pelaku industri pariwisata melihat gejolak ekonomi sebagai peluang, bukan hambatan.

Ditengah gejolak perekonomian, Faisal menyebut ada sejumlah momentum yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Benua Etam. Faisal mengatakan, mahalnya harga tiket pesawat membuat banyak orang mengurungkan niat bepergian ke luar daerah. Kondisi itu dinilai bisa menjadi kesempatan bagi destinasi wisata di Kaltim untuk menarik lebih banyak wisatawan lokal.

"Sebagian orang menganggap kondisi ini sebagai hambatan. Tapi bagi saya, justru ini sebuah potensi, sebuah peluang. Saat harga tiket pesawat mahal, orang cenderung tetap berada di Kaltim. Ini harus dimanfaatkan agar mereka memilih berwisata di daerah sendiri," katanya, Kamis (23/7/2026).

Ia mendorong pengelola destinasi wisata lebih kreatif menghadirkan atraksi maupun layanan yang menarik sehingga masyarakat tetap memilih menghabiskan waktu libur di daerahnya sendiri. Selain itu, Faisal berpendapat pelemahan nilai tukar rupiah juga bisa menjadi peluang. Sebab, wisatawan mancanegara memiliki daya beli yang lebih tinggi ketika mata uang asing menguat terhadap rupiah. 

"Jangan kemudian semua harga dimahal-mahalkan. Layani mereka dengan baik karena mereka akan membelanjakan uangnya di Indonesia, termasuk di Kaltim," ujarnya. Ia mengaku mulai melihat peningkatan kunjungan wisatawan dari Brunei, Malaysia, terutama Sarawak, ke Balikpapan dan Samarinda.  Karena itu, pelaku usaha pariwisata diminta menjaga kualitas pelayanan agar wisatawan asing merasa nyaman dan kembali berkunjung.

Faisal juga menyebut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai peluang besar bagi sektor pariwisata.  Menurutnya, baik pekerja maupun masyarakat yang nantinya berpindah ke IKN akan menjadi pasar baru bagi hotel, restoran, destinasi wisata, hingga pelaku UMKM di Kaltim.

"Saya yakin jumlahnya akan terus bertambah. Ini peluang agar mereka menginap di hotel, menikmati kuliner, berwisata, dan membeli produk oleh-oleh dari Kaltim," ucapnya. Tak hanya membidik wisatawan dari luar daerah, Dispar Kaltim juga memberikan tips untuk pelaku usaha agar memberikan promo khusus bagi warga lokal.

"Daripada promosi jauh-jauh ke luar daerah, lebih baik berikan harga khusus bagi pemegang KTP Kaltim. Misalnya diskon hotel atau tiket masuk objek wisata. Dengan begitu, masyarakat dari Mahakam Ulu, Kutai Barat, maupun daerah lain terdorong berwisata ke Samarinda, Balikpapan, atau Kutai Kartanegara," tuturnya.

Sebab, pergerakan wisatawan antardaerah di dalam provinsi ini juga akan memberikan dampak ekonomi yang tidak kalah besar dibanding kunjungan wisatawan dari luar provinsi. "Di tengah situasi yang tidak baik-baik saja ini, kita harus mampu memanfaatkan potensi yang ada di dalam daerah sendiri," pungkasnya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
objek wisata kaltim objek wisata samarinda