KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pelaksanaan Mahakam Job Fair 2026 mendapat apresiasi dari DPRD Kota Samarinda. Kegiatan yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha itu dinilai menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Baca Juga: DPRD Pastikan LPJU Jembatan Achmad Amins Padam karena Kabel Dicuri, Bukan Tak Ada Anggaran
Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda yang kembali menggelar job fair pada 23-24 Juli di Samarinda Square. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kesempatan kerja bagi warga.
"Selamat dan sukses kepada Dinas Tenaga Kerja yang sudah melaksanakan job fair ini. Menurut saya ini program yang bagus karena melibatkan dunia usaha secara langsung," ujarnya, Kamis (23/7).
Baca Juga: Sepi Pembeli, Disdag Balikpapan Cari Solusi Hidupkan Pasar Rakyat Karang Joang
Helmi mengatakan, berdasarkan paparan Disnaker, terdapat sekitar 764 lowongan kerja yang disediakan perusahaan peserta. Sementara jumlah pencari kerja yang mendaftar telah menembus lebih dari seribu orang.
Kondisi tersebut menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan. Karena itu, DPRD memastikan akan mendukung program serupa, termasuk melalui pembahasan anggaran pada APBD Perubahan maupun APBD 2027.
"Kami dari DPRD tentu akan mendukung, termasuk nanti dalam pembahasan APBD Perubahan maupun APBD 2027. Ini bagian dari dukungan terhadap program pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat," katanya.
Helmi berharap Mahakam Job Fair tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan jika memungkinkan digelar setiap enam bulan sekali.
"Kalau bisa program ini terus berlanjut. Mau enam bulan sekali atau minimal setahun sekali, sehingga pencari kerja punya harapan untuk mendapatkan pekerjaan," jelasnya.
Ia menilai tantangan penyediaan lapangan kerja akan terus meningkat karena setiap tahun ribuan lulusan SMA, perguruan tinggi, hingga pascasarjana memasuki dunia kerja.
Karena itu, Helmi mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha.
"Modal ijazah saja tidak cukup. Generasi muda minimal harus punya satu keahlian. Dengan begitu, ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, mereka tidak tereliminasi," tegasnya.
Ia juga mendukung penguatan peran Balai Latihan Kerja (BLK) dalam meningkatkan kompetensi pencari kerja. Menurutnya, keterampilan yang dimiliki masyarakat tidak hanya memudahkan memperoleh pekerjaan, tetapi juga membuka peluang menjadi wirausaha.
"Harapan kita, pelatihan di BLK terus ditingkatkan sehingga masyarakat punya keterampilan yang dapat memuluskan mereka mencari pekerjaan ataupun membuka usaha," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki