SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membidik Teras Samarinda Tahap II sebagai sumber baru Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebelum kawasan resmi dibuka untuk masyarakat, pemkot mulai menyiapkan pola pengelolaan agar operasional dapat langsung berjalan usai masa pemeliharaan proyek berakhir.
Saat ini, Teras Samarinda segmen 2 hingga 4 masih dalam tahap pemeliharaan. Pemerintah ingin proses penunjukan pengelola rampung lebih awal sehingga tidak terjadi kekosongan pengelolaan setelah aset diserahterimakan.
Asisten II Sekretariat Kota Samarinda Marnabas mengatakan, konsep pengelolaan yang disiapkan mengacu pada Teras Samarinda Tahap I yang saat ini dikelola Perumda Varia Niaga. Namun, pemkot juga membuka peluang bagi pihak lain untuk mengelola kawasan melalui mekanisme seleksi."Kalau bisa sebelum masa pemeliharaan selesai, proses penawaran atau lelangnya sudah berjalan sehingga setelah diserahterimakan bisa langsung dikelola," ujarnya, Jumat (24/7).
Baca Juga: Teras Samarinda Tahap II Ditarget Buka September 2026, Pemkot Siapkan Skema Pengelola
Menurut Marnabas, pengelolaan profesional diperlukan tidak hanya untuk menjaga kualitas fasilitas yang telah dibangun, tetapi juga mengoptimalkan potensi kawasan sebagai penghasil PAD.
Selain itu, kehadiran lebih dari satu pengelola diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi kegiatan yang dapat menarik lebih banyak pengunjung.
"Pengelolaannya lebih rapi, ada PAD, dan masing-masing pengelola tentu akan berupaya membuat kegiatan yang menarik pengunjung," jelasnya.
Pemkot juga memastikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap tersedia. Namun, konsep penataannya masih dikaji agar aktivitas perdagangan tidak mengurangi nilai estetika kawasan maupun panorama Sungai Mahakam yang menjadi daya tarik utama Teras Samarinda.
"Kami masih mengkaji agar tetap mendukung aktivitas ekonomi tanpa mengurangi nilai estetika kawasan," tambahnya.
Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan adalah menyediakan area khusus sebagai pusat kuliner. Nantinya, makanan akan diantar langsung kepada pengunjung sehingga tidak diperlukan deretan lapak atau tenda di sepanjang kawasan pedestrian.
Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan yang lebih tertata, nyaman bagi pengunjung, sekaligus tetap memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang.
Editor : Muhammad Ridhuan"Semua konsep masih dikaji dan tentunya akan dipaparkan ke pimpinan dalam hal ini Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk bisa diberlakukan di sana," pungkasnya.