Doctor On Call Samarinda Masuk Tiga Besar Nasional, Respons Panggilan Jadi yang Tertinggi

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:09 WIB
Petugas berjaga di pusat komando Doctor On Call Diskes Kota Samarinda yang beroperasi 24 jam untuk menangani kegawatdaruratan medis.
Petugas berjaga di pusat komando Doctor On Call Diskes Kota Samarinda yang beroperasi 24 jam untuk menangani kegawatdaruratan medis.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di balik dering telepon darurat yang masuk setiap saat, layanan Doctor On Call (DOC) milik Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda terus menunjukkan perannya sebagai garda terdepan penanganan kegawatdaruratan medis. Memasuki tahun keempat operasionalnya, layanan yang beroperasi 24 jam itu bahkan menjadi salah satu indikator yang mengantarkan Samarinda meraih apresiasi dari pemerintah pusat.

Kepala Diskes Kota Samarinda dr Ismed Kusasih mengatakan, program Doctor On Call (DOC) tetap menjadi prioritas pelayanan kesehatan pada 2026. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut kini semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat karena berfungsi sebagai penghubung antara pelayanan kesehatan primer dan rumah sakit rujukan.

"Alhamdulillah tahun ini Doctor On Call memasuki usia keempat dan semakin diterima masyarakat. Layanan ini menjadi penyambung antara pelayanan primer seperti puskesmas dengan pelayanan rujukan di rumah sakit, terutama untuk kondisi kegawatdaruratan medis," ujarnya, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, Kota Samarinda memiliki 26 puskesmas, satu laboratorium kesehatan daerah, serta Griya Sehat sebagai layanan primer, sedangkan layanan rujukan berada di RSUD Inche Abdoel Moeis. Dalam situasi darurat, Doctor On Call menjadi penghubung agar pasien dapat segera memperoleh penanganan yang tepat.

Layanan Doctor On Call terintegrasi dengan sistem 119 Kegawatdaruratan Medik Nasional. Tahun lalu, Samarinda berhasil masuk tiga besar nasional dalam penilaian layanan 119, salah satunya berkat kesiapan Doctor On Call.

"Bahkan pada Maret-April lalu, respons panggilan kita menjadi yang tertinggi secara nasional. Artinya, ketika masyarakat menghubungi layanan ini, respons kedatangan petugas menjadi yang tercepat, bahkan di atas Jakarta," katanya.

Untuk mendukung operasional, Diskes kini memiliki lima armada ambulans yang terdiri atas dua unit ambulans mini ICCU dan tiga ambulans transport. Selain itu, tersedia empat unit motor medis yang digunakan apabila akses menuju lokasi pasien tidak dapat dijangkau mobil ambulans.

Menurut dr Ismed, seluruh layanan beroperasi tanpa henti selama 24 jam dengan sistem tiga shift dokter yang siaga di pusat komando Doctor On Call di kantor Diskes Kota Samarinda.

"Yang menjadi keunggulan kami adalah dokter selalu siaga 24 jam. Di beberapa daerah layanan seperti ini hanya dijalankan perawat, sedangkan di Samarinda dokter yang bergantian berjaga selama tiga shift," jelasnya.

Ia menambahkan, Doctor On Call tidak hanya melayani panggilan darurat masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan pemerintah kota dengan menyiagakan tim medis di lokasi acara. Karena itu, dalam kondisi tertentu satu shift dapat mengerahkan lebih dari satu tim sekaligus demi memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal. (*)

Editor : Ismet Rifani
Doctor On Call (DOC) dr Ismed Kusasih Diskes Kota Samarinda RSUD Inche Abdoel Moeis