KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Peringatan Hari Mangrove Sedunia dimanfaatkan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Yayasan Mangrove Lestari (YML) bersama Yayasan Planet Urgensi Indonesia (YPUI) menggelar kampanye lingkungan bertajuk Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang di SDN 009 Muara Badak, Desa Gas Alam, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (25/7).
Communication and Knowledge Management Officer YPUI, Hanny Ramadhanti menyebut agenda ini merupakan bagian dari Mahakam Project, program restorasi dan pelestarian mangrove yang dijalankan YPUI.
Baca Juga: Napak Tilas 130 Tahun Vierkante Paal, Generasi Z Diajak Menyelami Sejarah Titik Nol Samarinda
Selain melakukan rehabilitasi ekosistem, program itu juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat melalui pendidikan dan kampanye lingkungan, khususnya di kawasan pesisir.
"Kami mengusung tema nasional Hari Mangrove Sedunia dari Kementerian Lingkungan Hidup, kampanye ini bertujuan mengenalkan pentingnya ekosistem mangrove kepada anak-anak melalui pendekatan edukatif dan partisipatif," sebutnya kepada Kaltimpost.id, Senin (27/7).
SDN 009 Muara Badak dipilih sebagai lokasi kegiatan karena berada di kawasan yang masih dikelilingi hutan mangrove alami. Kondisi tersebut dinilai menjadi ruang belajar yang tepat bagi siswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan pesisir sekaligus mendukung upaya sekolah menuju predikat Adiwiyata.
Anggota DPRD Kutai Kartanegara Daerah Pemilihan III, H. M. Hidayat, mengapresiasi langkah YML dan YPUI dalam mengedukasi generasi muda mengenai pelestarian lingkungan.
Baca Juga: Antrean BBM Subsidi Mengular, Pemkot Samarinda Minta SPBU Benahi Pelayanan
“Saya sangat mendukung gerakan yang dilakukan Yayasan Mangrove Lestari (YML) bersama Yayasan Planet Urgensi Indonesia (YPUI) dalam melakukan kampanye dan edukasi untuk menyiapkan generasi yang peduli pada lingkungan dimulai dari tingkat sekolah dasar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Wilayah UPT Layanan Pendidikan Kecamatan Muara Badak, Muhammad Said. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun karakter peduli lingkungan sejak dini.
Ia menilai kegiatan seperti penanaman mangrove, lomba puisi, hingga lomba poster bertema lingkungan memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman bibit mangrove di lingkungan sekolah sebagai simbol komitmen bersama menjaga ekosistem pesisir.
Peringatan Hari Mangrove Sedunia juga dimeriahkan lomba poster dan baca puisi bertema lingkungan pesisir yang diikuti 30 siswa dari lima sekolah dasar, yakni SDN 003, SDN 004, SDN 006, SDN 009, dan SDN 016 Muara Badak.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan pada fungsi mangrove sebagai pelindung wilayah pesisir dari abrasi, habitat berbagai satwa, sekaligus penyerap karbon yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.
Hanny berharap edukasi tersebut mampu menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, dan kebiasaan positif sejak dini sehingga para siswa tidak hanya menjaga lingkungan di sekolah, tetapi juga mengajak keluarga serta masyarakat di sekitarnya untuk ikut melestarikan hutan mangrove.
Baca Juga: Cabor Terancam Dipangkas di Porprov Kaltim VIII, KONI Balikpapan Minta PB Kaji Ulang
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Kecamatan Muara Badak, DPRD Kutai Kartanegara, UPT Layanan Pendidikan Kecamatan Muara Badak, Dinas Lingkungan Hidup Kutai Kartanegara, BPD Desa Gas Alam, PGRI Muara Badak.
Pengawas Gugus Muara Badak, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Muara Badak, Komite Sekolah, Pramuka Peduli, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda dan Universitas Mulawarman.
Melalui kolaborasi tersebut, peringatan Hari Mangrove Sedunia diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara sekolah, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak dalam membangun budaya peduli lingkungan, khususnya terhadap kelestarian ekosistem mangrove di kawasan pesisir. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo