KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengajak masyarakat tidak ragu berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 yang tengah berlangsung. Data yang dikumpulkan diyakini menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, mulai dari penanggulangan kemiskinan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, sebanyak 635 petugas sensus, termasuk pengawas lapangan, diterjunkan untuk mendata sekitar 395 ribu warga dan tempat usaha. Pendataan berlangsung sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan capaian sekitar 57 persen hingga akhir Juli.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti meminta masyarakat tidak khawatir ketika didatangi petugas sensus. Menurutnya, seluruh informasi yang diberikan akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan program pembangunan yang tepat sasaran.
"Enggak usah takut. Data itu nanti untuk kepentingan kita juga. Dari situ akan terlihat profil masyarakat, misalnya warga di bawah garis kemiskinan, kondisi pendidikan, hingga warga yang membutuhkan bantuan," tegasnya, Selasa (28/7).
Neneng menjelaskan, data yang dikumpulkan dalam sensus cukup rinci, mulai dari kondisi rumah, jenis atap, lantai, hingga berbagai indikator lain yang digunakan untuk memotret tingkat kesejahteraan masyarakat.
Hasil sensus akan memudahkan pemerintah dalam menentukan lokasi prioritas intervensi, seperti penanganan kemiskinan maupun peningkatan akses pendidikan.
"Kalau pemerintah ingin melakukan intervensi, nanti sudah ada basis datanya. Misalnya kantong-kantong kemiskinan ada di mana, atau wilayah yang pendidikannya perlu mendapat perhatian," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan BPS agar hasil sensus dapat dimanfaatkan Pemkot Samarinda sebagai dasar penyusunan program pembangunan daerah. "Kalau nanti data itu diperlukan pemerintah kota, tinggal kita koordinasikan. Jadi hasil survei dari pusat juga bisa kita gunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani