KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemkot Samarinda mulai membangun fondasi pembangunan berbasis data hingga tingkat kelurahan. Melalui Program Desa Cantik (Cinta Statistik), setiap wilayah didorong memiliki profil statistik yang lengkap agar kebijakan dan pembangunan ke depan lebih tepat sasaran.
Program yang telah berjalan sekitar dua tahun ini diawali dengan pembinaan di tingkat kelurahan pada 2024, kemudian diperluas secara resmi melalui kolaborasi Pemkot Samarinda dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 hingga berlanjut di 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Neneng Chamelia Shanti mengatakan, saat ini terdapat tiga kelurahan yang menjadi pilot project, yakni Kelurahan Masjid, Kelurahan Bandara, dan Kelurahan Lempake. Ketiganya telah menyelesaikan penyusunan buku profil statistik wilayah.
"Harapan kami nanti seluruh kelurahan juga bisa berpartisipasi aktif. Memang semua sudah ikut, tetapi yang sudah selesai menjadi buku baru tiga kelurahan itu," ujarnya kepada Kaltim Post, Selasa (28/7).
Baca Juga: Tekan Kasus Stroke di Samarinda, Diskes Fokus Kendalikan Hipertensi dan Diabetes
Menurut Neneng, profil statistik tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan arah kebijakan dan intervensi pembangunan sesuai karakteristik masing-masing wilayah. Data yang dihimpun mencakup kondisi kependudukan, potensi pariwisata, pertanian, pendidikan hingga tingkat kemiskinan.
Pelaksanaan Program Desa Cantik juga berjalan beriringan dengan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Karena itu, Pemkot meminta camat dan lurah aktif membantu proses pendataan agar masyarakat bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan.
"Data inilah yang nanti menjadi dasar pembangunan, mulai dari data kemiskinan, pendidikan hingga potensi ekonomi," katanya. Meski masih menghadapi efisiensi anggaran, Neneng menegaskan pengumpulan data tetap menjadi prioritas. Menurutnya, saat kondisi fiskal kembali stabil, pemerintah telah memiliki dasar yang kuat untuk mengeksekusi program pembangunan.
Baca Juga: Antrean BBM Subsidi Mengular, Pemkot Samarinda Minta SPBU Benahi Pelayanan
Ia menambahkan, data tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah, termasuk sektor pariwisata, sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
"Misalnya Kelurahan Masjid memiliki potensi pariwisata. Dari data itu pemerintah bisa menentukan program yang tepat untuk mengembangkannya. Jadi sumber PAD ke depan lebih diarahkan dari pengembangan potensi daerah, bukan membebani masyarakat.itu yang kita hindari," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki