SMPN 2 Samarinda Terapkan Belajar Daring, Ruang Kelas Direhabilitasi Pascakebakaran

Denny Saputra • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 19:01 WIB
TUNGGU SELESAI: Proyek rehabilitasi SMP 2 Samarinda di Kecamatan Sungai Pinang masih berlangsung hingga September mendatang. (DENNY SAPUTRA/KP)
TUNGGU SELESAI: Proyek rehabilitasi SMP 2 Samarinda di Kecamatan Sungai Pinang masih berlangsung hingga September mendatang. (DENNY SAPUTRA/KP)

SAMARINDA – SMP Negeri 2 Samarinda untuk sementara menerapkan pembelajaran secara daring bagi seluruh siswa. Kebijakan tersebut diambil karena hampir seluruh ruang kelas masih menjalani rehabilitasi pascakebakaran sehingga belum aman digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kepala SMPN 2 Samarinda, Misradianto, mengatakan pembagian rombongan belajar untuk siswa kelas VII, VIII, dan IX sebenarnya telah rampung. Namun, proses rehabilitasi yang berlangsung di hampir seluruh bangunan sekolah membuat pembelajaran tatap muka belum memungkinkan dilaksanakan.

"Kelas sudah terbagi, tetapi karena ruang kelas masih direnovasi hampir semuanya, maka kegiatan belajar mengajar sementara kami laksanakan secara daring," ujarnya, Kamis (30/7).

Baca Juga: Disdikbud Samarinda Pastikan LKPD SD-SMP Mulai Didistribusikan Awal Agustus

Menurutnya, kebijakan pembelajaran jarak jauh tersebut telah mendapat persetujuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda. Sekolah memilih sistem daring sebagai solusi sementara hingga seluruh pekerjaan rehabilitasi selesai.

"Ini atas persetujuan Dinas Pendidikan. Selama ruang kelas belum bisa digunakan, kegiatan belajar dilakukan secara daring," jelasnya.

Misradianto menegaskan seluruh siswa mengikuti pembelajaran daring tanpa pengecualian. Sekolah tidak menerapkan sistem bergiliran ataupun memanfaatkan sebagian ruang kelas karena kondisi proyek dinilai masih berisiko terhadap keselamatan peserta didik.

"Full daring semuanya. Tidak ada kelas yang kami masukkan karena hampir seluruh bangunan direhab. Kami khawatir ada material bangunan seperti paku atau seng yang bisa membahayakan siswa," tegasnya.

Ia berharap proses rehabilitasi dapat selesai sesuai target pada September mendatang sehingga aktivitas belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali berjalan normal.

Sebagai informasi, rehabilitasi SMPN 2 Samarinda dibiayai melalui dua sumber anggaran. Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengalokasikan Rp1,7 miliar untuk memperbaiki delapan ruang kelas yang rusak akibat kebakaran. Selain itu, sekolah juga memperoleh program revitalisasi dari pemerintah pusat senilai Rp2,5 miliar untuk merehabilitasi 23 ruang kelas beserta bangunan perkantoran.

 
 
 
Editor : Muhammad Ridhuan
SMPN 2 Samarinda kebakaran SMPN 2 Samarinda Belajar daring Samarinda Renovasi SMPN 2 Samarinda Disdikbud Samarinda