SRT 2 Samarinda Resmi Beroperasi, Sekda Minta Aspek Keselamatan dan Pengelolaan Limbah jadi Perhatian

Denny Saputra • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:52 WIB
PERIKSA: Neneng Chamelia Shanti (kanan) duduk di meja siswa SRT 2 Samarinda jenjang SD di sela kunjungan lapangan ketika pembukaan MPLS, Jumat (31/7).
PERIKSA: Neneng Chamelia Shanti (kanan) duduk di meja siswa SRT 2 Samarinda jenjang SD di sela kunjungan lapangan ketika pembukaan MPLS, Jumat (31/7).

SAMARINDA- Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda resmi memulai operasionalnya dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027, Jumat (31/7). Sebanyak 270 murid jenjang SD, SMP, dan SMA se Kaltim, mengikuti kegiatan perdana tersebut.

Kehadiran sekolah berasrama yang dibangun pemerintah pusat di atas lahan milik Pemkot Samarinda seluas lebih dari tujuh hektare itu menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional penguatan akses pendidikan.

Sekretaris Daerah Samarinda, Neneng Chamelia Shanti menyampaikan bahwa pemerintah kota mengapresiasi percepatan pembangunan SRT 2 yang mampu diselesaikan dalam waktu sekitar lima bulan hingga siap digunakan. Meski demikian, ia meminta sejumlah penyempurnaan tetap dilakukan, terutama berkaitan dengan keselamatan peserta didik.

"Ada beberapa bagian yang perlu dibenahi, seperti area tangga yang langsung mengarah ke bawah dan penanda pembeda warna di bawah tangga agar anak-anak lebih aman saat beraktivitas," ujarnya.

Neneng menjelaskan, selain aspek keselamatan, pengelolaan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian. Menurutnya, operasional sekolah berkapasitas besar memerlukan sistem pengelolaan sampah dan air limbah yang jelas.

"Nanti pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan kementerian akan duduk bersama menyusun pola kerja sama, termasuk kemungkinan membuat nota kesepahaman untuk pengelolaan sampah dan limbah," jelasnya.

Dia juga mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang dinilai berjalan baik. Menurutnya, guru dan tenaga kependidikan berhasil membimbing murid beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk bagi peserta didik yang sebelumnya telah menempuh pendidikan di lokasi sementara.

Dia menilai kehadiran SRT 2 Samarinda ini akan membawa manfaat besar bagi keluarga berpenghasilan rendah. Seluruh kebutuhan pendidikan hingga konsumsi murid ditanggung pemerintah pusat, sehingga diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas pada masa mendatang. “Bukan tidak mungkin, di tahun-tahun mendatang murid SRT ini akan menjadi pejabat seperti kami,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini SRT 2 dihuni 270 murid baru. Dalam waktu dekat akan bertambah sekitar 90 murid, ditambah sekitar 230 murid angkatan sebelumnya yang dipindahkan ke lokasi baru, sehingga total peserta didik mencapai sekitar 600 orang dari kapasitas sekolah sebanyak 1.080 murid. (*)

Editor : Ismet Rifani
Neneng Chamelia Shanti Sekretaris Daerah Samarinda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda