Murid Baru SRT 2 Samarinda Langsung Tinggal di Asrama, Bakal Jalani CKG dan Assesmen Dasar

Denny Saputra • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 16:57 WIB
PENJELASAN: Rabiatul Adawiyah (kedua kiri) dan Kepala SRT 2 Samarinda jenjang SD Pahrijal (kanan) bersama Sekda Samarinda (tengah) Neneng Chamelia Shanti disela kunjungan pembukaan MPLS SRT 2 Samarinda, Jumat (31/7).
PENJELASAN: Rabiatul Adawiyah (kedua kiri) dan Kepala SRT 2 Samarinda jenjang SD Pahrijal (kanan) bersama Sekda Samarinda (tengah) Neneng Chamelia Shanti disela kunjungan pembukaan MPLS SRT 2 Samarinda, Jumat (31/7).

SAMARINDA- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda resmi dimulai, Jumat (31/7), bersamaan dengan beroperasinya sekolah berasrama tersebut.

Sebanyak 270 peserta didik baru dari jenjang SD, SMP, dan SMA mulai memasuki lingkungan sekolah sebelum menjalani pendidikan penuh di asrama. Selama dua pekan ke depan, para murid akan dibekali pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, hingga kedisiplinan.

Ketua Panitia MPLS SRT 2 Samarinda, Rabiatul Adawiyah menyampaikan hari pertama difokuskan pada proses penyambutan murid yang diantar orang tua, dilanjutkan pengarahan sebelum mereka menempati asrama. Sementara materi inti MPLS akan berlangsung mulai 3 hingga 16 Agustus mendatang.

"Anak-anak mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) dari Dinas Kesehatan. Setelah itu baru masuk materi-materi MPLS secara intensif," ujarnya, yang sebelumnya kepala SRT 58 Samarinda.

Rabiatul yang juga Kepala SRT 2 jenjang SMA menjelaskan, materi MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, guru, teman, dan tata tertib, tetapi juga membangun kebiasaan hidup disiplin. Hal itu dinilai penting karena sebagian peserta didik berasal dari keluarga rentan, bahkan ada yang sempat putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal.

“Anak-anak ini berasal dari beragam keluarga, dan di sini mereka diberi fasilitas hidup oleh negara dan semuanya gratis,” jelasnya.

Dia juga meminta para orang tua mempercayakan pendidikan anak kepada sekolah. Seluruh murid akan tinggal di asrama dengan pendampingan selama 24 jam, sementara kebutuhan makan, perlengkapan mandi, pakaian hingga kebutuhan harian lainnya ditanggung pemerintah.

“Menurutnya, pola pendidikan berasrama diharapkan mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kualitas hidup peserta didik sejak dini,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda Rabiatul Adawiyah