Sehari Penuh, Samarinda Theme Park Buka Rekreasi Bagi Anak Disabilitas

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 19:06 WIB
GEMBIRA: Kesempatan bermain gratis bagi anak-anak disabilitas ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Samarinda Theme Park. (Nasya)
GEMBIRA: Kesempatan bermain gratis bagi anak-anak disabilitas ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Samarinda Theme Park. (Nasya)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kesempatan menikmati taman hiburan belum selalu mudah didapat anak-anak penyandang disabilitas. Aksesibilitas dan kesiapan fasilitas menjadi tantangan yang membuat ruang rekreasi belum sepenuhnya inklusif.

Samarinda Theme Park mencoba membuka ruang itu. Pada Kamis (30/7) sekitar 300 anak disabilitas dan pendamping dari berbagai organisasi serta komunitas di Kaltim mendapat kesempatan menikmati seluruh wahana secara gratis.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Samarinda Theme Park. Alih-alih menggelar pesta besar, pengelola memilih berbagi kebahagiaan melalui konsep share the joy.

Marketing & Communication Samarinda Theme Park Hasan mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 150 penyandang disabilitas dari 14 organisasi yang berada di bawah naungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim.

Baca Juga: Polresta Samarinda Bongkar 56 Kasus Narkoba selama 21 Hari Operasi Antik Mahakam 2026, 74 Tersangka Diamankan

Masing-masing peserta juga diperbolehkan membawa pendamping. “Untuk tahun ini konsepnya bukan bikin acara hiburan besar-besaran. Kami lebih ke berbagi. Konsepnya share the joy dan kami berbagi dengan teman-teman disabilitas,” kata Hasan.

Para peserta dapat menikmati wahana sejak pukul 10.00 hingga 22.00 Wita. Selain peserta undangan, Samarinda Theme Park tetap dibuka untuk masyarakat umum.

Hasan mengatakan, sebagian besar wahana di tempat tersebut dapat digunakan penyandang disabilitas. “Kami memang terbuka untuk semuanya. Tadi juga ada pengguna kursi roda. Anaknya agak kesulitan mengakses beberapa wahana, tetapi tim kami sigap membantu sampai beliau bisa merasakan semua wahana,” ujarnya.

 MOMENTUM: Pengelola Samarinda Theme Park membuka kesempatan sehari penuh bagi bagi anak bekebutuhan khusus untuk menikmati suasana tempat ini. (Nasya)
MOMENTUM: Pengelola Samarinda Theme Park membuka kesempatan sehari penuh bagi bagi anak bekebutuhan khusus untuk menikmati suasana tempat ini. (Nasya)

 

Menurut Hasan, kesiapan petugas menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman rekreasi yang aman bagi penyandang disabilitas. Sebab, aksesibilitas tidak hanya berkaitan dengan bentuk bangunan atau fasilitas, tetapi juga bagaimana petugas memahami kebutuhan pengunjung dengan ragam disabilitas yang berbeda.

Baca Juga: Jelang Pagi, Bus Gratis Siaga antar Anak Sekolah Gratis

Sekretaris PPDI Provinsi Kaltim Nurul Widayani mengatakan, kegiatan semacam ini masih belum banyak ditemukan di taman hiburan di Samarinda. Ia menilai Samarinda Theme Park menjadi salah satu tempat rekreasi yang mulai membuka akses lebih luas bagi penyandang disabilitas.

“Kalau taman hiburan, yang benar-benar memperhatikan teman-teman disabilitas baru di sini,” kata Nurul.

Ia menjelaskan, keterlibatan PPDI bahkan dilakukan sejak sebelum Samarinda Theme Park beroperasi. Pengelola mengundang PPDI untuk melihat langsung aksesibilitas fasilitas sekaligus memberikan pemahaman mengenai ragam disabilitas dan cara memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas.

“Dari awal kami sudah dilibatkan. Sebelum opening, kami diundang untuk melihat langsung apakah aksesnya sudah aksesibel atau belum,” ujarnya.

Baca Juga: Wisman hingga Warga Lokal Ramaikan IKN, OIKN Ungkap Pola Kunjungan

Pelibatan tersebut, kata Nurul, penting karena disabilitas memiliki beragam kebutuhan. Pengguna kursi roda, misalnya, membutuhkan akses fisik yang berbeda dengan penyandang disabilitas sensorik maupun anak dengan autisme.

Dalam kegiatan tersebut, PPDI mengikutsertakan sejumlah organisasi dan komunitas secara bergiliran. Nurul membatasi jumlah peserta dari masing-masing organisasi agar kesempatan menikmati wahana dapat dirasakan secara merata.

“Jadi, saya bagi-bagi setiap komunitas dan organisasi supaya dapat semua. Biar rata, semuanya bisa ikut,” katanya.

PPDI Kaltim menaungi berbagai organisasi dan komunitas penyandang disabilitas maupun komunitas orang tua yang memiliki anak disabilitas. Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 20 organisasi dan komunitas.

Nurul berharap keterbukaan akses tidak berhenti di Samarinda Theme Park. Menurut dia, prinsip inklusivitas semestinya diterapkan di berbagai ruang publik dan fasilitas pelayanan umum yang digunakan masyarakat.

“Kalau bisa tidak cuma wahana, tapi semua tempat pelayanan umum yang bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat pada umumnya. Kenapa tidak dengan teman-teman disabilitas dan anak-anak disabilitas?” ujarnya.

Baca Juga: Raih Penghargaan Nasional, Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Keselamatan Transportasi

Bagi Nurul, akses terhadap ruang rekreasi bukan sekadar persoalan hiburan. Anak-anak penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk bermain, bersosialisasi dan menikmati ruang publik bersama masyarakat lainnya.

Karena itu, fasilitas yang ramah disabilitas seharusnya tidak dipandang sebagai bentuk kemurahan hati, melainkan bagian dari pemenuhan hak dan kesetaraan.

“Semua kami harap bisa ramah untuk teman-teman disabilitas, baik teman-teman disabilitas yang dewasa maupun yang anak-anak,” kata Nurul. (*)

Editor : Sukri Sikki
disabilitas anak berkebutuhan khusus hiburan samarinda