Kemarau Bikin Sampah Mahakam Terlihat, DLH Samarinda Perkuat Gerakan Bersih Sungai Karang Mumus

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:57 WIB
Petugas DLH Samarinda bersama komunitas saat melakukan aksi pembersihan sungai. Fenomena kemarau dan El Nino yang memicu penurunan debit air Sungai Mahakam membuat tumpukan sampah makin terlihat. (HAFIZ/KP)
Petugas DLH Samarinda bersama komunitas saat melakukan aksi pembersihan sungai. Fenomena kemarau dan El Nino yang memicu penurunan debit air Sungai Mahakam membuat tumpukan sampah makin terlihat. (HAFIZ/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino mulai berdampak pada kondisi Sungai Mahakam. Debit air yang menurun membuat tumpukan sampah di bantaran sungai semakin terlihat.

Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda belum memiliki agenda khusus pembersihan di Sungai Mahakam dan masih memfokuskan kegiatan rutin di Sungai Karang Mumus (SKM).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda Suwarso mengatakan, pembersihan sungai bersama berbagai komunitas masih dipusatkan di SKM. Menurutnya, gerakan tersebut kini tidak lagi hanya digerakkan pemerintah, tetapi juga tumbuh dari kesadaran masyarakat.

Baca Juga: Pemkot Samarinda Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TBC bagi Warga Binaan Rutan Kelas I

"Kalau pembersihan rutin yang dulu dilakukan DLH melalui Gerakan Perahu Ketinting Pungut Sampah itu di Sungai Karang Mumus. Sekarang di akhir pekan tim Karisma DLH bersama komunitas, akademisi, perguruan tinggi, hingga kelompok masyarakat rutin melakukan aksi bersih sungai," ujarnya, Selasa (4/8).

Ia menilai, meningkatnya partisipasi masyarakat menjadi indikator keberhasilan kampanye kebersihan sungai yang selama ini dijalankan. Jika sebelumnya kegiatan lebih bersifat kampanye bulanan, kini berbagai komunitas mulai bergerak secara mandiri.

"Sekarang masyarakat sudah mulai sadar pentingnya menjaga kebersihan sungai dan bergerak sendiri. Itu salah satu keberhasilan dari upaya yang kami lakukan," katanya. DLH tetap memberikan pendampingan setiap ada kegiatan bersih sungai dengan mengerahkan dua kapal kayu ulin Karisma dan satu unit speedboat untuk membantu pengangkutan sampah.

"Selama ada komunitas yang turun ke sungai, DLH akan terus mendampingi," tegasnya. Menurut Suwarso, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci menjaga kebersihan sungai, terutama saat musim kemarau ketika sampah di aliran sungai lebih mudah terlihat. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Sungai Karang Mumus kemarau samarinda dlh samarinda