SAMARINDA- Kapasitas produksi air minum dalam kemasan (AMDK) Samaqua yang baru diluncurkan Perumda Tirta Kencana Samarinda masih tergolong terbatas. Pada tahun pertama operasional, pemerintah kota memilih fokus memperkuat kapasitas produksi, manajemen, serta penetrasi pasar sebelum melakukan ekspansi lebih besar. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi membangun unit bisnis yang berkelanjutan.
Menurut Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas yang juga menjabat Dewan Pengawas Perumda Tirta Kencana, produksi awal ditetapkan sekitar 300 hingga 350 dus per hari untuk kemasan botol, ditambah sekitar 100 galon per hari. Produk yang dipasarkan meliputi kemasan 220 mililiter, 330 mililiter, dan galon isi ulang.
"Untuk tahap awal memang kapasitasnya masih terbatas. Nanti kami akan terus meningkatkan produksi sesuai kebutuhan pasar," ujarnya di sela peluncuran Samaqua, Rabu (5/8).
Marnabas menjelaskan, proses menghadirkan Samaqua (research dan development/RnD) memerlukan waktu sekitar satu setengah tahun. Selain pembangunan fasilitas produksi, perusahaan harus melewati tahapan perizinan yang ketat, termasuk pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikasi halal.
Menurutnya, BPOM tidak hanya memeriksa sampel yang dikirim perusahaan, tetapi juga melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. "Mereka datang tanpa pemberitahuan untuk mengambil sampel langsung dari proses produksi," jelasnya.
Dia menyebut, pemasaran mulai diperluas dengan menggandeng jaringan ritel modern, hotel, hingga pelaku usaha lokal agar Samaqua segera dikenal masyarakat. Namun, dalam jangka panjang pengelolaan unit bisnis ini tidak akan terus ditangani oleh personel Perumda Tirta Kencana.
"Kami ingin ke depan dikelola secara profesional. Setelah bisnisnya kuat dan mampu berdiri sendiri, pengelolaannya akan diserahkan kepada tenaga profesional agar bisa berkembang lebih cepat," ungkapnya.
Dia menambahkan, bahan baku Samaqua berasal dari air Sungai Mahakam yang telah melalui instalasi pengolahan air (IPA), kemudian kembali diproses melalui tiga tahap sterilisasi sebelum dikemas. Dengan investasi awal sekitar Rp 6 miliar, pemerintah juga berencana menambah mesin produksi agar setiap ukuran kemasan dapat diproduksi secara terpisah dan kapasitas meningkat.
“Target jangka panjangnya adalah menjadikan Samaqua sebagai salah satu sumber pendapatan baru bagi Kota Samarinda tanpa mengabaikan kualitas produk,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani