Komentar Tak Sopan Berujung Sanksi, Dokter IA Moeis Diistirahatkan

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 18:17 WIB
Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr Osa Rafshodia
Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr Osa Rafshodia

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kasus viral yang bermula dari keluhan seorang pasien BPJS bernama Yurizal mengenai lamanya menunggu ruang perawatan di salah satu rumah sakit kini mendapat tindak lanjut.

Seorang dokter RSUD Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) Samarinda yang diduga menuliskan komentar "bacot nih pasien" di media sosial telah dikenai sanksi internal oleh manajemen rumah sakit.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah Yurizal, pemuda berusia 31 tahun, meninggal dunia usai sempat menjalani perawatan. Sebelum meninggal, Yurizal sempat mengunggah keluhannya di media sosial Threads pada 22 Juli 2026. Dalam unggahan itu, ia telah menunggu sekitar delapan jam tanpa mendapatkan ruang rawat inap meski kondisinya membutuhkan penanganan.

Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu beragam tanggapan warganet. Salah satu komentar yang disorot berbunyi "bacot nih pasien", yang diduga ditulis melalui akun Threads nandafadyla_ milik dr Renanda Maulidya Fadyla pada 24 Juli 2026. Komentar itu menuai kecaman luas karena dinilai tidak mencerminkan empati seorang tenaga kesehatan terhadap pasien.

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda dr Osa Rafshodia membenarkan bahwa pemilik akun yang menjadi sorotan merupakan salah satu dokter yang bertugas di Rumah Sakit IA Moeis. Namun, ia menegaskan peristiwa yang menjadi awal polemik bukan terjadi di RSUD IA Moeis.

"Iya, dokter kita. Jadi salah satu dokter yang bekerja di RSUD IA Moeis. Kemarin sudah kita panggil yang bersangkutan dan sudah kita laksanakan sesuai peraturan perundang-undangan terkait kedisiplinan pegawai. Yang bersangkutan juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada rumah sakit," ujarnya, Rabu (5/8).

Menurut dr Osa, dokter hanya memberikan komentar pada unggahan di media sosial milik orang lain. Karena itu, rumah sakit tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan duduk persoalan sekaligus menegakkan disiplin pegawai. "Kejadiannya bukan di rumah sakit kita. Saya juga tidak tahu secara detail rumah sakit mana dan pasiennya bukan dirawat di IA Moeis. Yang bersangkutan hanya berkomentar di media sosial orang lain," jelasnya.

Sebagai langkah awal, manajemen memutuskan mengistirahatkan dokter tersebut dari tugas pelayanan selama dua hingga tiga hari. Kebijakan itu diambil agar situasi kondusif sembari menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut. "Sekarang diistirahatkan dulu dua sampai tiga hari. Kita lihat situasinya. Tadi pagi juga sudah kami laporkan ke Inspektorat Daerah," katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemberhentian sebagai pegawai, dr Osa menyebut keputusan tersebut belum dapat dipastikan. Dokter yang berstatus pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu masih menjalani proses pemeriksaan. "Belum tahu, nanti kita lihat hasil pemeriksaannya," ujarnya.

Di balik polemik yang terjadi, dr Osa mengungkapkan bahwa dokter tersebut selama ini dikenal memiliki kinerja yang cukup baik. Bahkan, ia termasuk salah satu dokter yang dinilai responsif dalam memberikan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Sejauh ini kinerjanya cukup baik. Responsif di IGD, salah satu dokter yang kami andalkan," ungkapnya.

Ia juga memastikan, sepanjang pengetahuannya, dokter tersebut belum pernah memiliki catatan pelanggaran serupa dalam penggunaan media sosial. "Setahu saya tidak pernah. Ini baru pertama kali," pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
dokter kena sanksi keluhan pasien viral bacot nih pasien dr Osa Rafshodia RSUD IA Moeis Samarinda